Pengakuan Rizieq Shihab Sebut Jadi Korban Politik Balas Dendam hingga Operasi Intelijen Hitam

Pengakuan Rizieq Shihab Sebut Jadi Korban Politik Balas Dendam hingga Operasi Intelijen Hitam

Editor: Slamet Teguh
Tribunnews.com, Igman Ibrahim
Rizieq Shihab 

TRIBUNSUMSEL.COM - Rizieq Shihab masih terus menjalani sidang atas kasus yang menderanya.

Yang terbaru Rizieq Shihab (MRS) blak-blakan saat membacakan pledoi atau nota pembelaan di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (10/6/2021).

Rizieg mengajukan pledoi atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara hasil swab test palsu RS UMMI, Bogor.

Dalam perkara ini, JPU menuntut Rizieq Shihab 6 tahun penjara dikurangi masa kurungan sementara atas perkara yang teregister dengan nomor 225/Pid.B/2021/PN.JktTim, terkait hasil swab test dirinya.

Dalam tuntutannya, jaksa menyatakan kalau Rizieq Shihab sebagai terdakwa terbukti menyebarkan berita bohong.

Berikut sejumlah poin penting pembelaan Rizieq Shihab di pengadilan hari ini :

 1. Korban intelijen hitam?

Rizieq Shihab mengklaim kasus yang dihadapinya sebagai bagian dari operasi intelijen hitam berskala besar.

Rizieq Shihab menyebut, seluruh perkara pelanggaran prokes mulai dari kerumunan Petamburan dan Megamendung hingga kasus swab tes ini tidak murni masalah hukum.

"Namun lebih kental warna politisnya, dan ini  semua merupakan bagian dari operasi  intelijen hitam berskala besar yang bertujuan untuk membunuh karakter saya," kata Rizieq dalam ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (10/6/2021).

"Kami sebut intelijen hitam karena mereka  tidak bekerja untuk keselamatan bangsa dan negara, tapi hanya untuk kepentingan oligarki," ucap Rizieq.

2. Politik balas dendam

Rizieq Shihab juga menyebut perkara pelanggaran prokes yang sedang dijalaninya merupakan upaya oligarki untuk memenjarakan dirinya.

Sebab Rizieq menilai kalau perkara ini merupakan gerakan politik balas dendam atas dirinya serta organisasi masyarakat yang dibesarkannya, Front Pembela Islam (FPI).

"Operasi intelijen hitam berskala besar  tersebut adalah gerakan politik balas  dendam terhadap saya dan FPI serta  kawan-kawan seperjuangan yang dianggap  sebagai halangan dan ancaman bagi gerakan oligarki anti Tuhan," ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved