Breaking News:

Berita OKI

Mulai 14 Juni, Pemkab OKI Larang Warga Gelar Acara Pesta Hajatan, Batasi Tamu Maksimal 50 Orang

Tamu yang hadir maksimal sebanyak 50 orang, waktu pelaksanaan maksimal 2 jam, tidak menggunakan hiburan live music dan mengantongi izin dari satgas.

Penulis: Winando Davinchi
Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/WINANDO
Salah satu acara pernikahan yang tengah di gelar di Desa Serigeni, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, sebelum adanya larangan pesta hajatan, Rabu (9/6/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Berkaitan dengan situasi dan kondisi serta semakin tingginya penyebaran corona virus disease 2019 di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, per 14 Juni warga masyarakat di Ogan Komering Ilir (OKI tidak diperkenankan menggelar acara mengundang keramaian termasuk acara musik.

Larangan kegiatan berpotensi mengundang massa keramaian ini diberlakukan per 14 Juni hingga hingga waktu belum ditentukan.

Hal tersebut sesuai Surat Edaran Bupati Nomor 551/ II /2021 tentang larangan Kegiatan Acara Pesta Hajatan.

"Bagi masyarakat dilarang melaksanakan pesta atau resepsi pernikahan, pesta khitanan, pesta ulang tahun dan sebagainya baik di gedung, balai desa maupun di rumah penduduk," kata Agma Yuska, Sekretaris Satpol PP Kabupaten OKI, Rabu (9/6/2021) siang.

Selanjutnya, bagi masyarakat yang akan melaksanakan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) agar mengikuti ketentuan pelaksanaan sesuai arahan yang diatur oleh Kementerian agama.

Baca juga: COD Jual Motor Depan Masjid Agung As-salam Lubuklinggau, Yamaha MX Kevin Dilarikan Calon Pembeli

Baca juga: Pilkades PAW di 2 Desa di Muratara Mulai Dilaksanakan, Ini Tahapannya

Sedangkan bagi masyarakat yang akan menggelar di rumah ataupun tempat ibadah harus memenuhi ketentuan-ketentuan yang ada.

"Tamu yang hadir maksimal sebanyak 50 orang, waktu pelaksanaan maksimal 2 jam, tidak menggunakan hiburan live music dan mengantongi izin dari satgas Covid-19 tingkat desa/kelurahan hingga Kabupaten," tegas Agma.

Dikatakan lebih lanjut, demi menekan penyebaran pandemi di Bumi Bende Seguguk, Satgas gabungan akan melakukan tindakan tegas.

"Jika masih ada masyarakat yang tetap menggelar acara resepsi pernikahan atau hajatan sejenisnya maka satgas Covid-19 akan mengambil tindakan tegas sesuai prosedur," pungkasnya.

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved