Kapal Hantu di Tulung Selapan
Melihat Kapal Hantu dari Bangka Karam di OKI Sumsel, Video Pengejaran Pakai Helikopter Viral
Kapal ini disebut sebagai kapal hantu karena diduga menjadi sarana penyelundupan barang ilegal. Kapal ini juga memiliki kecepatan tinggi sulit dikejar
60 knot setara dengan 111,12 kilometer per jam.
Sementara sejumlah kapal patroli milik Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung paling cepat memilki kemampuan maksimal 40 knot.
Tak mengherankan, berbekal mesin berkekuatan 21.000 PK, kapal tersebut melaju sangat kencang dan tak mengubris saat hendak ditangkap polisi.
Beberapa waktu sebelumnya, pernah ada kapal yang dijuluki kapal hantu itu membawa 12.000 botol minuman keras ilegal berbagai merek, Selasa (4/2/2020).
Sehingga penangkapan speed boat oleh Direktorat Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung bukan yang pertama kali.
"Ini kapal hantu ketiga tangkapan Polda Kepulauan Bangka Belitung, dalam hal ini Dit Polairud kawasan perairan Bangka Belitung dengan Sumatera Selatan. Memang rawan penyelundupan," kata Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung Kombes Pol Maladi Senin (7/6/2021).
Berdasarkan data bangkaopos.com penangkapan kapal hantu pertama kali dilakukan oleh Dit Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung menggunakan helikopter BKO Mabes Polri pada 4 Februari 2020 di perairan Bangka Selatan.
Penangkapan dilakukan setelah jajaran Dit Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung mendapatkan informasi masyarakat ada kapal hantu melintas di perairan Bangka Barat.
Selanjutnya dilakukan pencegatan di perairan Bangka Selatan memotong jalur kapal menggunakan helikopter.
Setelah mesin kapal berhasil ditembak oleh Iptu Asmadi kapal hantu berhasil dikuasai dan dibawa ke Pelabuhan Sadai Bangka Selatan.
Ketika dibongkar muatan kapal ternyata berisi minuman keras berbagai merk terkenal selundupan dari luar negeri bernilai lebih dari Rp 8 miliar di pasaran.
Selanjutnya pada 26 Agustus 2020 kembali diamankan kapal hantu tanpa muatan.
Kapal hantu diamankan saat alami kerusakan oleh Kapal Patroli KP 2005 Dit Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung.
Terakhir 5 Juni 2021 Diamankan setelah dikejar menggunakan helikopter dari Perairan Bangka Barat kabur dan menabrakkan diri ke hutan bakau dikawasan Tanjung Jati Kabupaten OKI Provinsi Sumatera Selatan.
Para ABK berhasil kabur meninggalkan kapal ke dalam hutan.