Breaking News:

Berita OKU Timur

Ikuti Upacara Hari Kelahiran Pancasila, Bupati dan Wakil Bupati OKU Timur Gunakan Pakaian Adat

Bupati OKU Timur H.Lanosin Hamza (Enos) dan Wakilnya H M Adi Nugraha Purna Yudha mengikuti upacara peringatan hari kesaktian pancasila, Selasa Pagi.

Penulis: Edo Pramadi | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/EDO
Bupati OKU Timur H Lanosin Hamzah dan Wakil H M Adi Nugraha Purna Yudha mengikut upacara memperingati hari kelahiran pancasila secara virtual, Selasa (01/06/2021) pagi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA - Bupati OKU Timur H.Lanosin Hamza (Enos) dan Wakilnya H M Adi Nugraha Purna Yudha mengikuti upacara peringatan hari kesaktian pancasila dengan menggunakan pakaian adat beserta tanjak songket.

Keduanya mengikuti agenda tersebut secara virtual di Ruang Rapat Sekretariat Daerah OKU Timur, Selasa (01/06/2021) pagi.

Upacara dimulai pukul 08.00 WIB, pada agenda itu juga turut hadir Sekretaris daerah dan beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ikut mendampingi Bupati dan Wakil Bupati.

Baca juga: Rumah Pembuatan Senpira di OKU Timur Digrebek Polisi, Dijual Rp 2 Juta per Pucuk

Semuanya mendengarkan dengan fokus pidato yang disampaikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Sementara untuk pembacaan Teks Pancasila dibacakan ketua MPR RI Bambang Soesatyo, sedangkan pembacaan pembukaan UUD dilakukan oleh Ketua DPR RI Puan Maharani.

Setelah mengikuti agenda itu (upacara virtual) Bupati Enos menyampaikan, meskipun ditengah wabah Covid 19 hari upacara peringatan hari kelahiran pancasila harus tetap dilaksanakan karena merupakan bagian penting dari sejarah bangsa

"Semoga masyarakat OKU Timur tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta terus mengenang dan mengingat sejarah panjang dari tanah air kita Republik Indonesia," kata Orang nomor satu di Bumi Sebiduk Sehaluan ini.

Baca juga: Masuk Grup Neraka, Kabag Umum Pemkab OKU Timur Yakin Prancis Rajai Eropa

Kedepan, sambung Enos, dengan mengenang Pancasila bangsa ini akan tetap memiliki karakter walaupun berbeda - beda namun tetap satu.

"Pancasila sebagai dasar negara, berarti Pancasila dijadikan pedoman dalam bertingkah laku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," ujarnya.

Dikatakanya, Pancasila mendasari pasal - pasal dalam UUD 1945 serta menjadi cita-cita hukum yang dituangkan dalam peraturan undang - undang negara.

"Selamat hari kelahiran pancasila," tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved