Jalan Putus di OKU

BREAKING NEWS: Diguyur Hujan Lebat, Jalan Penghubung Antara Kabupaten OKU dan OI Putus

Jalan yang putus dengan kelebaran sekitar 6 meter dan panjang 2 meter. Tidak ada korban jiwa namun mengakibatkan lalu lintas terganggu.

Editor: Vanda Rosetiati
SRIPO/LENI JUWITA
Ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dan Ogan Ilir (OI) di Dusun 1 Desa Belatung Kecamatan Lubuk Batang Kabupaten OKU Provinsi Sumsel putus total akibat jebolnya gorong-gorong sebagai dampak dari luapan air sungai, Sabtu (22/5/2021).  

TRIBUNSUMSEL.COM, BATURAJA - Ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dan Ogan Ilir (OI) di Dusun 1 Desa Belatung Kecamatan Lubuk Batang Kabupaten OKU Provinsi Sumsel putus total akibat jebolnya gorong-gorong sebagai dampak dari luapan air sungai, Sabtu (22/5/2021). 

Jalan yang putus dengan kelebaran sekitar 6 meter dan panjang 2 meter. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini namun mengakibatkan lalu lintas terganggu.

Informasi dihimpun, sebelum jalan putus total, Kabupaten OKU pada Jumat (21/5/2021) memang diguyur hujan lebat. Gorong-gorong yang ada di bawah jalan tidak mmapu menampung debit air tinggi sehingga jebol.

Menurut Kades Belatung Plando , pristiwa jalan putus ini sekitar Jam 22.45 saat itu sudah mulai beranjak tidur. Namun, terdengar ada suara mencurigakan, setelah dicek ternyata jalan putus akibat jebolnya gorong-gorong.

Mengetahui jalan sudah tidak bisa dilewati lagi, Kades bersama masyarakat langsung memasang tanda bahaya dan memebritahukan kepada pengguna jalan agar jangan melintas dilokasi yang berbahaya.

Sementara Rudi Hartono warga yang biasa melintas di jalan yang putus itu menerangkan dirinya mendapat informasi jalan tersebut sudah mengalami pergerakan (tanah muali runtuh—red) pukul 01.00 dan kerusakan semakin parah setelah subuh.

"Subuh tadi baru benar-benar putus total," kata Rudi yang juga tokoh pemuda di Kecamatan Peninjauan.

Pendapat serupa juga disampaikan Syaiful Amin,SH yang kebetulan akan berangkat ke Kota Baturaja namun terpaksa dibatalkan karena jalan putus total.

"Kalau untuk roda empat dna roda dua benar-benar tidak bisa lewat, tapi pejalan kaki masih bisa," terang Syaiful. (sp/leni)

Ikuti Kami di Google Klik

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved