Breaking News:

Resmi Shalat Ied di Lubuklinggau Boleh Digelar Di Masjid dan Lapangan

Pasca shalat Ied tidak salam-salaman dihimbau hanya betegur sapa, kemudian pulang ke rumah masing-masing dan kita minta tidak ada acara halal bi halal

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/EKO HEPRONIS
Wali Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe mempersilahkan masjid -masjid dan lapangan di Kota Lubuklinggau menggelar shalat Idul Fitri 1442 Hijriah di lingkungannya masing-masing. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Wali Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe mempersilahkan masjid -masjid dan lapangan di Kota Lubuklinggau menggelar shalat Idul Fitri 1442 Hijriah di lingkungannya masing-masing.

"Berdasarkan data yang ada kesepakatan yang ada seluruh unsur terkait forkopimda dan para ulama maka dengan ini kita memperbolehkan umat muslim sholat Ied," ungkap wali kota yang biasa dipanggil Nanan ini usai memimpin rapat lintas sektoral pada wartawan, Senin (10/5/2021).

Ia mengungkapkan, alasan boleh digelarnya shalat Ied di Kota Lubuklinggau ini, dari 520 RT se - Kota Lubuklinggau 90 persennya merupakan zona hijau kemudian 10 persen sisanya adalah zona kuning.

"Artinya kita tidak punya zona oranye, Kemenkes kita memang oranye namun Mendagri kita zona kuning, kita tidak melihat dua itu, tapi kita lihat real kondisi di lapangan," katanya.

Namun, pelaksanaan shalat Ied harus dengan catatan, pelaksanaan boleh digelar asal tidak melebihi dari kapasitas ruangan atau lapangan, artinya boleh di lapangan dan digelar di masjid.

"Artinya tidak boleh menumpuk di dalam masjid, kemudian wajib menjaga jarak, shaf nya tidak boleh rapat dan paling utama harus taat protokol kesehatan," ungkapnya.

Ia mengatakan, pada saat pelaksanaan nanti gugus tugas Covid-19 akan membagikan masker guna memback up masjid-masjid yang tidak mempunyai protokol ketat.

"Jadi seluruh umat muslim di Kota Lubuklinggau harus memakai masker, itu adalah prokes utama yang kita harapkan diterapkan di seluruh Lubuklinggau saat shalat di gelar nanti," terangnya.

Kemudian, Ia menegaskan untuk pelaksanaan takbir keliling tahun ini dilarang, sementara bila dilaksanakan di masjid dipersilahkan termasuk menggunakan menggunakan pengeras suara.

"Pasca shalat Ied tidak salam -salaman dihimbau hanya betegur sapa, kemudian pulang ke rumah masing-masing dan kita minta tidak ada acara halal bi halal," tambahnya.

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved