Breaking News:

Idul Fitri 2021

MUI Mengimbau Umat Muslim di Zona Merah Tidak Saling Berkunjung saat Idul Fitri

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau warga yang berada di zona merah atau Covid-19 tidak terkendali diimbau tidak saling berkunjung

covid19.go.id
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengeluarkan update terbaru zona risiko penularan Covid-19. Di Sumsel, terdapat tambahan Kota Prabumulih masuk zona merah. 

TRIBUNSUMSEL.COM-Zona merah Covid-19 adalah wilayah yang memiliki risiko penularan tinggi.

Saat ini ada beberapa daerah di Indonesia berstatus zona merah. Khusus di Sumsel ada tiga daerah yakni Kota Palembang, Kota Prabumulih dan Kabupaten OKU Timur.

Saat Idul Fitri 2021, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau warga yang berada di zona merah atau Covid-19 tidak terkendali diimbau tidak saling berkunjung.

Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas meminta umat Muslim di zona merah Covid-19 agar menahan diri untuk tidak berkunjung ke sanak saudara saat Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah.

Abbas menegaskan, mencegah penyebaran virus Covid-19 jauh lebih penting daripada tradisi silaturahim yang biasa dilakukan umat Muslim tiap kali Lebaran.

Baca juga: Prabumulih Susul Palembang dan OKU Timur Jadi Zona Merah Covid-19

"Karena ada petunjuk dalam agama, kita enggak boleh mencelakai diri kita dan enggak boleh mencelakai orang lain. Kalau saling berkunjung tentu ada risiko, apalagi banyak orang tanpa gejala, kita enggak tahu siapa yang kena," kata Anwar Abbas kepada Kompas.com, Selasa (4/5/2021).

Oleh karena itu, Anwar Abbas menilai masyarakat harus bersikap bijak dengan tetap melihat pada kondisi daerahnya masing-masing.

Jika pandemi Covid-19 di suatu daerah masih terkendali, ia menilai boleh saja saling berkunjung dengan protokol kesehatan ketat.

"Tergantung zonanya kan. Kalau enggak terkendali ya jangan lah (saling berkunjung)," kata Abbas.

Khusus untuk zona merah atau yang virusnya tak terkendali, ia menyarankan umat Muslim saling bersilaturahim dengan video call.

Kunjungan ke rumah saudara atau orangtua bisa dihindari, apalagi jika orangtua sudah masuk dalam kelompok lanjut usia yang kondisinya rentan.

"Orangtua pun harus menyadari juga, kalau dia sakit gara-gara anaknya kan repot juga," ujarnya.
Pemerintah telah melarang warga untuk mudik pada periode 6-17 Mei, guna mencegah penyebaran Covid-19.

Meski demikian, masih banyak warga yang mencuri start pulang kampung sebelum masa larangan mudik berlaku.

Sebelumnya, kasus Covid-19 selalu melonjak setelah libur panjang. Terakhir, penyebaran tidak terkendali setelah libur panjang akhir tahun lalu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved