Breaking News:

Berita Palembang

Keluar dari PAN dan Pilih ke Partai Ummat, Ketua DPW Sumsel Ungkap Sumber Pendanaan

sebagai Partai baru, Partai Ummat membutuhkan banyak dana agar bisa eksis kedepannya. Dari mana sumber pendanaan? Ini Ketua DPW Partai Ummat Sumsel

TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF
Ketua DPW Dr Niko Pransisco (kanan) didampingi Sekretaris DPW Fitra Jaya Purnama (tengah), dan Ketua Majelis Pengawas Partai Wilayah M Wiratama Yudha (Kiri). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--Sebagai partai politik (Parpol) baru tidak mudah bisa bersaing dalam pemilu, maka dari itu parpol baru membutuhkan banyak dana besar agar bisa eksis kedepannya. 

Menurut Pengamat politik Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr Febrian, sosok Amien Rais memang tidak diragukan lagi, namun sebagai partai moderen partai Ummat masih terasa unsur KKN (Kolusi, Korupsi dan Nepotismenya) dimana Ketua Umum partai Ummat masih menantu Amien Rais yaitu Ridho.

"Memang partai ini kental agama dan isinya beragam mulai dari PAN dan sebagainya. Namun kalau dari unsur pimpinan KKNnya masih tinggi," kata Febrian, Minggu (2/5/2021).

Baca juga: Tokoh Muhammadiyah Deklarasikan Partai Ummat, Ini Respon PW Muhammadiyah dan Alumni IMM Sumsel 

Meski begitu tantangan bagi partai Ummat untuk lolos verifikasi faktual nanti akan dilihat saat di Kemenkumham dan KPU nantinya. Karena syarat formal parpol terpenuhi.

"Namun kalau melihat track record Amien Rais tidak diragukan lagi, tapi sejauh mana bisa meraup suara masyarakat mdngingat tran parpol Islam selama ini cenderung tergerus," tandasnya.

Diungkapkan Febrian selain faktor figur dan pengalaman Amien Rais, partai Ummat juga perlu faktor kapitalis dan rekrutmen kader yang baik agar dapat simpatik masyarakat nantinya.

"Hal ini perlu perjuangan keras bukan hanya pengalaman, ada faktor kapitalis, rekrutmen, dan tingkat kepercayaan masyarakat juga harus kuat, karena politik dilihat dari tingkat kepercayaan selama ini baru melihat figur saja tapi Ridho belum memiliki pengalaman memimpin," capnya.

Ia pun menilai adanya partai Ummat bisa menjadi ancaman bagi parpol Islam lainnya, dimana masyarakat yang kecewa bisa beralih dalam pilihan ke partai Ummat.

"Kalau melihat dari basis pemilih memang berasal dari Muhammadiyah, jelas ancaman bagi PAN juga. Tinggal bagaimana partai Ummat menyakinkan masyarakat nanti untuk memilih mereka, dengan figur yang ada meski ada juga figur yang kontroversial seperti Buni Yani dan Neno Warisman," tuturnya.

Baca juga: Sosok Ketua Partai Ummat Sumsel Niko Pransisco, 10 Tahun Jadi Anggota DPRD di Lahat

Sementara ketua DPW partai Ummat Sumsel Niko Pransisco mengungkapkan, dalam pendanaan partai Ummat agar bisa menjadi peserta pemilu 2024, mereka banyak mengeluarkannya dari kantong pribadi kader yang ada.

"Soal pendanaan murni dari swadaya sahabat Ummat di masing- masing daerah, sumbangan ikhlas dari semua individu sahabat Ummat," jelas Niko.

Hal senada diungkapkan Sekretaris DPW partai Ummat Sumsel Fitra Jaya Purnama, jika pihaknya optimis menjadi peserta pemilu 2024 mendatang, dengan struktur yang telah terbentuk ditingkat Kabupaten/ kota se Sumsel.

"Selain kepengurusan Kabupaten/ kota, kepengurusan saat ini sudah 80 persen sampai kecamatan. Soal dana partai Ummat Insyaa Allah dari para dermawan Muslim, dan pengurus yang jelas bukan dari para cukong," tukasnya

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved