Breaking News:

Update Harga Karet Sumsel

Harga Karet Sumsel Naik Hari ini Rabu 21 April 2021, Kembali Tembus Rp 20 Ribu per Kg

Harga Karet di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) hari ini Naik Rp 177 per kg. Kenaikan itu membuat harga karet kembali menembus Rp 20 Ribu per Kg.

TRIBUNSUMSEL.COM/WINANDO
Harga Karet di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) hari ini Naik Rp 177 per kg. Kenaikan itu membuat harga karet kembali menembus Rp 20 Ribu per Kg 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen mulai naik.

"Indikasi harga karet hari ini naik Rp 177 per kg dibandingkan indikasi karet hari Selasa 20 April untuk KKK 100 persen," kata Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Rudi Arpian MSi, Rabu (21/4/2021).

Berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet KKK 100 persen pada 20 April 2021 Rp 19.866 per kg.

Sedangkan harga karet hari ini, Rabu (21/4/2021) untuk KKK 100 persennya di harga Rp 20.043 per kg, artinya ada kenaikan Rp 177 per kg dibandingkan harga hari Selasa.

Baca juga: Lonjakan Kasus Covid-19, Pengaruhi Harga Karet Sumsel

Lalu untuk KKK 70 persen diharga 14.030 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 12.026 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 10.022 per kg, dan KKK 40 persen diharga Rp 8.017 per kg.

Menurutnya, ada enam faktor yang mempengaruhi harga karet di pasar internasional. Yaitu, nilai tukar mata uang regional terhadap dolar AS. Apabila penguatan kurs dolar AS menjatuhkan nilai tukar mata uang lain, maka akan berpengaruh terhadap harga karet," katanya.

Lalu, penggunaan karet sintetis sebagai competitor karet alam, suplay dan demand karet di pasar karet internasional, perkembangan industri otomotif dan ban. Kemudian faktor cuaca dan hama penyakit.

Rudi pun memberikan tips agar kadar karet kering ditingkat petani lebih maksimal caranya yaitu pakai bahan pembeku yang dianjurkan dan harus seragam. Bisa pakai Specta, Asap Cair atau Deorub.

Lalu umur bahan olah karet rakyat (Bokar) harus sama, misal kalau umur seminggu dijual seragam umur seminggu. Jangan dicampur dengan Bokar yang ber umur 2 atau 3 hari.

Kemudian, tidak boleh direndam dan dicampur dengan bahan bukan karet, makin cepat ditumpahkan dari bak pembeku makin tinggi KKK nya.

"Karet KKK 100 persen ditingkat petani tidak ada dan tidak bisa, hanya olahan pabrik yang bisa sampai KKK 100 persen. Sedangkan karet bulanan di tingkat petani berkisar di KKK 65-70 persen," katanya.

Baca juga: Harga Karet Hari Ini Naik Rp 252 per Kg, Jadi Rp 19.631 Per Kg

Rudi menambahkan, saat ini petani di Sumsel makin tertarik untuk bergabung atau membentuk UPPB baru karena dinilai lebih menguntungkan, sehingga total UPPB yang sudah terbentuk ada 279 UPPB yang tersebar di 14 Kabupaten/Kota. 

"Untuk target di tahun 2022 kita naikkan dari 50 UPPB baru menjadi 75 UPPB, walaupun dengan anggaran yang semakin kecil dibandingkan dengan ketersediaan anggaran di Tahun 2021," katanya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved