Breaking News:

Lonjakan Kasus Covid-19, Pengaruhi Harga Karet Sumsel

Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen kembali mengalami penurunan.

tribunsumsel.com/khoiril
Ilustrasi Indeks Harga Karet 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen kembali mengalami penurunan.

"Indikasi harga karet hari ini turun Rp 97 per kg dibandingkan indikasi karet hari Senin 19 April untuk KKK 100 persen," kata Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Rudi Arpian MSi, Selasa (20/4/2021).

Berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet KKK 100 persen pada 19 April 2021 Rp 19.963 per kg.

Sedangkan harga karet hari ini, Selasa (20/4/2021) untuk KKK 100 persennya di harga Rp 19.866 per kg, artinya ada penurunan Rp 97 per kg dibandingkan harga hari Senin.

Lalu untuk KKK 70 persen diharga 13.906 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 11.920 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 9.933 per kg, dan KKK 40 persen diharga Rp 7.946 per kg.

Rudi menjelaskan, penurunan harga karet dua hari terakhir ini, disamping menguatnya rupiah didalam negeri juga diakibatkan pengaruh adanya lonjakan kasus Covid-19 di India, AS dan beberapa negara Eropa.

"Lonjakan kasus Covid-19 ini perlu diwaspadai dan diharapakan semua negara tidak mengendorkan protokol kesehatan, sehingga perekonomian global dapat berjalan normal serta harga karet dapat naik lagi," katanya.

Rudi pun memberikan tips agar kadar karet kering ditingkat petani lebih maksimal caranya yaitu pakai bahan pembeku yang dianjurkan dan harus seragam. Bisa pakai Specta, Asap Cair atau Deorub.

Lalu umur bahan olah karet rakyat (Bokar) harus sama, misal kalau umur seminggu dijual seragam umur seminggu. Jangan dicampur dengan Bokar yang ber umur 2 atau 3 hari.

Kemudian, tidak boleh direndam dan dicampur dengan bahan bukan karet, makin cepat ditumpahkan dari bak pembeku makin tinggi KKK nya.

"Karet KKK 100 persen ditingkat petani tidak ada dan tidak bisa, hanya olahan pabrik yang bisa sampai KKK 100 persen. Sedangkan karet bulanan di tingkat petani berkisar di KKK 65-70 persen," katanya.

Rudi menambahkan, saat ini petani di Sumsel makin tertarik untuk bergabung atau membentuk UPPB baru karena dinilai lebih menguntungkan, sehingga total UPPB yang sudah terbentuk ada 279 UPPB yang tersebar di 14 Kabupaten/Kota. 

"Untuk target di tahun 2022 kita naikkan dari 50 UPPB baru menjadi 75 UPPB, walaupun dengan anggaran yang semakin kecil dibandingkan dengan ketersediaan anggaran di Tahun 2021," katanya. 
 

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved