Breaking News:

Berita Kesehatan

Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Bisa Sembuh, Jangan Malu Berobat ke RS Jiwa

saat ini paradigma malu atau orang dengan gangguan jiwa masih dianggap aib bagi keluarga jika diketahui orang banyak sehingga didiamkan saja di rumah.

Penulis: Hartati | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/HARTATI
Putri Remaja Sumsel 2021 Shakila Carissa Chandra mengunjungi Rumah Sakit Jiwa Ernaldi Bahar Palembang dan berinteraksi langsung pasien ODGJ, Selasa (20/4/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) bisa disembuhkan asal diobati dengan benar.

Kepala Instalasi Humas dan Layanan Pengaduan Rumah Sakit Ernaldi Bahar, Iwan Andhyantoro SKM MKes mengatakan, hingga kini masih sedikit yang paham mengenai cara penanganan orang dengan gangguan jiwa.

Iwan mengatakan, saat ini paradigma malu atau orang dengan gangguan jiwa masih dianggap aib bagi keluarga jika diketahui orang banyak sehingga didiamkan saja di rumah. Lebih parahnya dikurung atau dipasung. Padahal hal ini tidak akan menyelesaikan masalah.

Seharusnya dibawa berobat ke rumah sakit. Sebab Rumah Sakit Ernaldi Bahar bukan cuma tempat mengobati ODGJ saja tapi juga bermacam penyakit kejiwaan lainnya.

"Sanksi sosial ini masih ditakuti karena jika berobat dianggap gila, padahal banyak jenis dan tingkatan gangguan jiwa mulai dari ringan berupa insomnia, cemas tanpa sebab hingga skizofrenia," ujar Iwan dikonfirmasi di sela kunjungan Putri Remaja Sumsel 2021, Selasa (20/4/2021).

Iwan bersyukur saat ini edukasi pengobatan gangguan jiwa ini sedikit demi sedikit mulai diterima masyarakat. Ada yang sudah paham bahwa jika ada keluarga yang mengalami gangguan kejiwaan bukan cuma gila, telanjang di jalan atau makan sampah saja yang harus dibawa berobat. Tapi juga yang mulai depresi hingga halusinasi langsung di bawa berobat.
Jika cepat ditangani, penyakit gangguan jiwa juga bisa lebih cepat disembuhkan.

Dia mengatakan, memang ada penyakit gangguan jiwa yang bisa sembuh total sehingga tidak harus mengkonsumi obat sama sekali. Tapi ada pula yang memang harus terus minum obat. Sebab penyakit gangguan jiwa sama dengan jenis penyakit gula darah atau jantung, meski sakitnya sudah sembuh tapi penyebab sakitnya yang memicu gula darah naik inilah yang harus dijaga agar tetap stabil. Cara mencegahnya dengan rutin mengkonsumsi obat.

Baca juga: BREAKING NEWS: Menginap di Rumah Nenek di Kertapati, Bocah 6 Tahun Nyaris Jadi Korban Penculikan

Iwan berharap semakin banyak masyarakat sadar dan paham jenis penyakit gangguan jiwa sehingga cepat diobati. Jangan sampai menunggu gila, telanjang di jalanan, hingga membuat kerusakan. Sebab jika ada orang yang depresi maka dia akan berhalusinasi. Halusinasi inilah kemudian bisa berakibat fatal karena adanya dorongan bunuh diri hingga melukai orang lain karena dianggap ada bisikan yang memerintahkannya untuk menyerang orang lain.

"Jadi sebelum lebih buruk hingga melukai orang lain lebih baik diobati sejak awal, jangan malu dengan anggapan miring masyarakat karena yang berobat ke rumah sakit jiwa belum tentu gila," ujar Iwan.

Iwan bersyukur dengan kunjungan Putri Sumsel ke rumah sakit jiwa bisa mengedukasi masyarakat jangan takut berobat ke rumah sakit jiwa.

Baca juga: Gubernur Sumsel Herman Deru Bisik-bisik ke Bupati Devi: Nanti Muratara Saya Kasih Rp 100 Miliar

Putri Remaja Sumsel 2021 Shakila Carissa Chandra mengunjungi rumah sakit jiwa Ernaldi Bahar dan berinteraksi langsung dengan pasien ODGJ di rumah sakit tersebut.

Shakila yang memiliki cita-cita menjadi psikolog tidak khawatir berinteraksi dengan pasien, bahkan dia tidak sungkan memeluk dan dicium pasien ODGJ wanita yang dikunjunginya. Dia tidak khawatir sama sekali. Bahkan kunjungan ini semakin memantapkan tekadnya menjadi psikolog dan bisa membawa banyak kebaikan bagi orang di sekitarnya.

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved