Breaking News:

Berita Pendidikan

Diknas Palembang Gelar Simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas, Satu Kelas 15-18 Orang

Jadwal simulasi ini masih menunggu jika nanti dipantau oleh Gubernur Sumsel, Herman Deru dan Walikota Palembang, Harnojoyo.

Tribun Sumsel/ Melisa Wulandari
Kepala Dinas Pendidikan Palembang Ahmad Zulinto menginformasikan Diknas Palembang akan menyelenggarakan simulasi PTM Terbatas dan sejumlah sekolah sudah disiapkan. 

TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG - Sejumlah sekolah di Kota Palembang yakni SDN 238, SDN 41, SMPN 17 dan SMPN 1 serta TK Pembina 2 Palembang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Kota Palembang untuk menggelar simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Hal tersebut diungkapkan langsung Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto, Selasa (20/4/2021).

"Sesuai dengan edaran gubernur dan Menteri bulan Juli akan mulai tatap muka terbatas artinya sesuai dengan proksesnya minimal separuh yang akan dilakukan dan protokol yang ketat," ujarnya.

Ia mengatakan tapi saat ini masih melihat pertimbangan apalagi saat ini Kota Palembang masih zona merah.

"Kita sudah menunjuk dua SD dan SMP yang kita sampaikan provinsi untuk jadi sampling yakni SDN 238 dan 41 serta SMPN 17 dan SMPN 1 Palembang dan juga TK," ujarnya.

Namun jadwal simulasi ini masih menunggu jika nanti dipantau oleh Gubernur Sumsel, Herman Deru dan Walikota Palembang, Harnojoyo.

"Kemarin kita sempat lakukan simulasi di salah satu SD yang ada di Kertapati bertepatan saat mereka melakukan ujian sekolah. Rencana tiga hari kita lakukan simulasi namun hanya dua hari langsung kita tutup karena melihat di Jabar terpapar covid," ungkap dia.

Baca juga: Baznas OKU Timur Target Kumpulkan Zakat Rp 150 Juta Selama Ramadan, Siapkan Berbagai Paket Bantuan.

Baca juga: Masih Bandel dan Nekat Mudik, Sanksi Keras Pengendara Bisa Kena Tilang, Mobil Dikandangkan

Karena itu, saat simulasi nanti juga akan dipraktikkan secara protokol kesehatan. Mulai dari anak turun dari kendaraan, cuci tangan, masuk ke kelas dan sampai proses belajar dan pulang.

"Tapi ini masih kita koordinasukan lagi ke tim gugus tugas setempat apakah boleh jika kota gelar simulasi mengingat kondisi zona merah saat ini," ungkapnya.

Namun, jika nanti simulasi akan digelar maka sesuai prosedur juga akan dibatasi jumlah siswa didalam ruangan.

"Minimal 15 sampai 18 orang dalam setiap ruangan, tetap pakai masker dan jaga jarak," tegas dia.

Untuk vaksinasi guru, kata Zulinto sudah hampir 100 persen. "Alhamdulilah kalau vaksin guru sudah semuanya," bebernya.

Ikuti Kami di Google Klik

Penulis: Sri Hidayatun
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved