Breaking News:

Berita Palembang

Masih Bandel dan Nekat Mudik, Sanksi Keras Pengendara Bisa Kena Tilang, Mobil Dikandangkan

Kalau masih ada yang membandel, kami akan tindak tegas mulai dari memutar balikan arah perjalanan, penilangan sampai dengan kendaraan kami kandangkan.

TRIBUNSUMSEL.COM/ARDI
Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol CF Hotman Sirait menjelaskan sanksi tegas bakal dikenakan bagi pengendara yang nekat mudik. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Instruksi pemerintah terkait larangan mudik lebaran tahun ini, menjadi salah satu fokus dari Ditlantas Polda Sumsel.

Selain melaksanakan rapat koordinasi dengan dua Polda lainnya yakni Polda Lampung dan Polda Banten, Ditlantas Polda Sumsel juga akan mendirikan pos pemantau dan penyekat di sejumlah wilayah yang ada di Sumsel.

"Saat ini, masih dalam rangka Operasi Keselamatan Musi 2021 kami terus melakukan sosialisasi terkait keselamatan berlalu lintas dan juga larangan mudik dari pemerintah. Kalau masih ada yang membandel, jangan salahkan kami bila kendaraannya kami kandangkan," ujar Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol CF Hotman Sirait, Selasa (20/4/2021).

Ditlantas Polda Sumsel juga sudah mempelajari pola-pola masyarakat, agar bisa meloloskan diri dari pos pemantauan dan penyekatan yang telah dibuat.

Hal ini, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya. Sehingga, pola-pola seperti ini juga menjadi perhatian dari petugas di lapangan nantinya. Jangan sampai, ada pemudik yang bisa kucing-kucingan dengan petugas di lapangan dan lolos dari pemeriksaan.

"Kalau masih ada yang membandel, kami akan tindak tegas mulai dari memutar balikan arah perjalanan, penilangan sampai dengan kendaraan kami kandangkan. Hal ini semua, karena kami peduli dengn keselamatan rakyat yang merupakan hukum tertinggi atau solus populi suprema lex esto," tegas Hotman.

Baca juga: Saling Tatap, Pria Mabuk di Palembang Dikeroyok 10 Orang, Luka Bacok di Kepala dan Tubuh Belakang

Lanjut Hotman, seluruh jajaran Satlantas yang ada di wilayah Sumsel juga sudah mempersiapkan pembuatan pos pemantauan dan penyekatan. Dengan demikian, instruksi larangan mudik dari pemerintah bisa terlaksana dengan baik.

Pembuatan pos pemantauan dan penyekatan beserta penempatan personil gabungan, bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para pemudik terkait larangan mudik dari pemerintah.

"Seluruh moda transportasi dari tanggal 6 sampai 17 Mei mendatang, tidak beroperasi. Disini, pastinya membutuhkan tenaga dan perhatian ekstra, karena masyarakat berupaya menggunakan jalur darat untuk mudik. Inilah yang menjadi perhatian dan fokus kami, agar tidak ada yang lolos dari pantauan," pungkasnya.

Baca juga: Pemuda di Ogan Ilir Gerayangi Tubuh Pacar, Ngaku Sayang, Pelaku: Saya Cinta,Tidak Mau Dia Lepas

Ikuti Kami di Google Klik

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved