Breaking News:

Arti Kata

Apa Itu ODGJ? Adalah Istilah untuk Pengidap Kesehatan Mental, Ternyata Ini Penyebabnya

Orang-orang yang menyandang status sebagai "ODGJ" ini dianggap memiliki sitgma yang buruk di masyarakat sekitar tempat tinggalnya.

Penulis: Novaldi Hibaturrahman | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel
Apa Itu ODGJ? Istilah Untuk Pengidap Kesehatan Mental Ternyata Ini Penyebabnya 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Apa Itu ODGJ? Istilah atau singkatan untuk pengidap kesehatan mental. Istilah ODGJ ini mungkin masih belum banyak idketahui oleh orang-orang awam.

Baca juga: Apa itu Arti Reshuffle Kabinet, Akan Kembali Dilakukan Presiden Jokowi Tahun Ini

Baca juga: Apa Itu PPKM Mikro? Ini Artinya, Sekarang Dilaksanakan di 20 Provinsi di Indonesia Termasuk Sumsel

Namun, orang-orang yang menyandang status sebagai "ODGJ" ini dianggap memiliki sitgma yang buruk di masyarakat sekitar tempat tinggalnya.

Lantas apa yang dimaksud dengan ODGJ? Simak penjelasannya berikut ini.

Pengertian ODGJ

ODGJ merupakan singkatan dari Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)

Dihimpun dari Alodokter.com dan berbagai sumber lainnya, penyakit gangguan mental atau gangguan jiwa merupakan penyakit yang mempengaruhi otak dan mengganggu keseimbangan kimiawi.

Gangguan ini erupakan masalah kesehatan yang memengaruhi bagaimana seseorang berpikir, berperilaku, dan berinteraksi dengan orang lain secara signifikan.

Baca juga: Apa Itu Catcalling? Sering Dialami Oleh Kaum Hawa, Dampaknya Bisa Membuat Trauma

Baca juga: Apa Itu Bipolar? Bipolar Adalah Gangguan yang Dialami Oleh Selebgram Rachel Vennya, Ini Tandanya

Mereka yang mengalami kondisi ini kemudian dikenal dengan sebutan Orang Dengan Gangguan Jiwa.

Penyebab terjadinya gangguan jiwa hingga saat ini belum diketahui secara pasti.

Namun, ada beberapa faktor penyebab yang diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami gangguan kesehatan mental ini di antaranya:

- Faktor genetik atau bawaan lahir
- Riwayat keluarga yang memiliki gangguan jiwa
- Stres berat
- Pernah mengalami kejadian traumatis, misalnya menjadi korban pelecehan atau kekerasan
- Penggunaan obat-obatan terlarang dan konsumsi minuman beralkohol berlebihan
- Kondisi medis tertentu, misalnya cedera otak berat, stroke, dan gangguan tiroid

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved