IJN Pertama di Asia Tenggara Tanamkan Pacu Jantung Tanpa Kabel Dua Ruang
Langkah medis bersejarah ini dilakukan pada awal Juni 2025 di Kuala Lumpur dan diumumkan secara resmi pada Kamis (5/6/2025).
TRIBUNSUMSEL.COM,KUALALUMPUR– Institut Jantung Negara (IJN) di Malaysia resmi menjadi pusat medis pertama di Asia Tenggara yang berhasil melakukan penanaman alat pacu jantung tanpa kabel dua ruang atau dual-chamber leadless pacemaker pertama di dunia, yaitu AVEIR™ DR produksi Abbott.
Langkah medis bersejarah ini dilakukan pada awal Juni 2025 di Kuala Lumpur dan diumumkan secara resmi pada Kamis (5/6/2025).
Sistem pacu jantung ini sebelumnya telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat pada Juni 2023 dan kini mulai diterapkan di negara-negara yang menjadi pelopor dalam teknologi kesehatan jantung.
Apa Itu AVEIR™ DR dan Mengapa Ini Penting?
AVEIR™ DR merupakan teknologi pacu jantung generasi terbaru yang memungkinkan pacing dua ruang jantung—yaitu atrium dan ventrikel—tanpa memerlukan kabel (lead) atau kantong bedah seperti pada alat pacu jantung tradisional.
Dengan sistem tanpa kabel, risiko infeksi, pergeseran kabel, penyumbatan pembuluh darah, hingga komplikasi pasca operasi bisa ditekan secara signifikan.
Dua alat pacu miniatur—masing-masing berukuran sepersepuluh dari pacu jantung konvensional—ditanam langsung di dalam jantung dan berkomunikasi satu sama lain secara nirkabel.
Teknologi kunci dari alat ini adalah sistem komunikasi i2i™ (implant-to-implant) milik Abbott yang memanfaatkan pulsa frekuensi tinggi melalui aliran darah untuk mengatur detak jantung secara sinkron, detak demi detak.
Sistem ini juga sangat hemat energi, jauh lebih efisien dibandingkan sistem nirkabel berbasis Bluetooth atau sinyal radio yang umum dikenal.
Apa Kata Tim Medis IJN?
Menurut Dr. Azlan, Konsultan Senior Kardiologi sekaligus Direktur Klinis untuk Elektrofisiologi dan Perangkat Intervensional di IJN, teknologi ini menghadirkan harapan baru bagi pasien dengan bradikardia, yaitu kondisi jantung yang berdetak terlalu lambat.
"Sistem AVEIR™ DR bukan hanya inovasi, tapi juga jawaban langsung terhadap kebutuhan pasien. Kemampuannya memberikan analisis pacing secara real-time memungkinkan tim medis memastikan penempatan optimal selama prosedur," ujar Dr. Azlan.
Ia menambahkan, penggunaan dua alat pacu jantung mini dalam satu sistem memungkinkan sinkronisasi yang sangat alami antara dua ruang jantung.
Ini berarti kualitas hidup pasien yang sebelumnya sangat tergantung pada teknologi konvensional, kini bisa meningkat secara drastis dengan risiko komplikasi yang jauh lebih rendah.
Baca juga: IJN Pertama di ASEAN Kenalkan Defibrilator Ekstravaskular Obati Pasien Dengan Ritme Jantung Abnormal
Langkah Strategis IJN Menuju Pusat Rujukan Internasional
| Semarak Hari KI Sedunia, Kanwil Kemenkum Sumsel Hadir di CFD Beri Edukasi |
|
|---|
| Bahas Kesehatan Ibu dan Anak di Era Transformasi Digital, Webinar Nasional UKB Berlangsung Sukses |
|
|---|
| Kapolres Ogan Ilir Sosialisasikan Larangan Membuka Lahan Dengan Membakar, Cegah Bencana Kabut Asap |
|
|---|
| Mahar El Rumi Nikahi Syifa Hadju Terungkap, Dewi Motik: Poundsterling, Emas dan Perhiasan |
|
|---|
| Bukan Ayah Kandung, Terungkap Sosok yang Nikahkan Syifa Hadju dengan El Rumi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Teknologi-AVEIR-DR-Dinilai-Revolusioner.jpg)