Arti Kata

Apa Itu Catcalling? Sering Dialami Oleh Kaum Hawa, Dampaknya Bisa Membuat Trauma

Kamu tentu pernah mendengar istilah Catcalling. Biasanya catcalling terjadi di jalan-jalan, maupun di tempat dan fasilitas umum.

Penulis: Novaldi Hibaturrahman | Editor: Slamet Teguh
Tribun Sumsel
Apa Itu Catcalling? Sering Dialami Oleh Kaum Hawa, Dampaknya Bisa Membuat Trauma 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Apa Itu Catcalling? Sering Dialami Oleh Kaum Hawa, Dampaknya Bisa Membuat Trauma.

Kamu tentu pernah mendengar istilah Catcalling.

Biasanya catcalling terjadi di jalan-jalan, maupun di tempat dan fasilitas umum.

Catcalling bisa dilakukan oleh siapa saja, namun, korban dari catcalling lebih sering terjadi pada kaum hawa.

Bagi para laki-laki yang melakukan catcalling, mungkin hanya sekedar iseng belaka.

Baca juga: Apa Itu Rasisme? Istilah yang Sering Terjadi dan Dialami Kaum Minoritas, Ini Artinya

Baca juga: Apa Itu Bipolar? Bipolar Adalah Gangguan yang Dialami Oleh Selebgram Rachel Vennya, Ini Tandanya

Baca juga: Apa Itu Body Shaming, Perilaku yang Harus Kamu Pahami Lengkap Dengan Contohnya

Bahkan bagi sebagian wanita menganggap bahwa catcalling adalah hal yang biasa.

Namun tidak banyak yang tahu bahwa hal tersebut sebenarnya ber orientasi pada kecenderungan seksual, karena wanita umumnya sangat menarik di mata pria sehingga menimbulkan ketertarikan.

Meski terlihat sepele, kaum perempuan yang sering menjadi objek catcalling seperti sedang direndahkan dan membuat wanita seolah tidak ada harganya.

Lantas apa itu Catcalling?

Dilansir dari Oxford Dictionary, catcalling diartikan sebagai siulan, panggilan, dan komentar bersifat seksual dari seorang laki-laki kepada perempuan yang lewat dihadapannya.

Catcalling yang sering terjadi di jalan maupun fasilitas umum bisa berupa komentar laki-laki, pujiam, siulan sampai dengan godaan.

Catcalling sebenarnya merupakan bentuk pelecehan seksual secara verbal di ruang publik.

Kaum perempuan kerap dipandang sebagai objek, harus menerima ditatap dan dinilai wajahnyam bentuk tubuhnya dan pakainnya

Ketidaksetaraan gender yang menempatkan perempuan sebagai subordinat dari laki-laki seolah berhak melakukan apa saja kepada permepuan.

Hal ini menyebabkan catcalling tidak pernah hilang.

Tak jarang, perempuan yang sering menjadi objek catcalling trauma saat sedang berpergian ke fasilitas umum maupun menuju tempat-tempat tertentu, hingga membatasi mobilitasnya jika tidak ditemani saat keluar rumah.

Baca juga: Apa Itu Restock ? Viral Usai Pendirinya Diduga Adalah Pengendara Fortuner Koboi di Duren Sawit

Baca juga : Apa Itu Autoimun ? Hingga Dr Tirta Khawatirkan Kondisi Ashanty yang Positif Corona

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved