Breaking News:

Arti Kata

Apa Itu PPKM Mikro? Ini Artinya, Sekarang Dilaksanakan di 20 Provinsi di Indonesia Termasuk Sumsel

Pemerintah kembali menggunakan istilah baru untuk memberlakukan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat guna menekan tingkat persebaran Covid-19.

Tribun Sumsel
PPKM berskala mikro adalah kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat guna menekan tingkat persebaran Covid-19 di tanah air. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Apa Itu PPKM Mikro? Berikut artinya, sekarang diterapkan di 20 provinsi di Indonesia, termasuk Sumsel. PPKM berskala mikro adalah kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat guna menekan tingkat persebaran Covid-19 di tanah air.

Sebelumnya, pemerintah pusat juga telah memberlakukan kebijakan pembatasan kegiatan masayarakat yakni PPKM, namun hasilnya belum efektif menekan penyebaran Covid-19.

Istilah terbaru yang digunakan Pemerintah yang mulai diterapkan di sejumlah daerah yakni bernama PPKM Mikro.

Baca juga: Apa Itu Catcalling? Sering Dialami Oleh Kaum Hawa, Dampaknya Bisa Membuat Trauma

Baca juga: Apa Itu Bipolar? Bipolar Adalah Gangguan yang Dialami Oleh Selebgram Rachel Vennya, Ini Tandanya

Baca juga: Apa Itu Body Shaming, Perilaku yang Harus Kamu Pahami Lengkap Dengan Contohnya

Banyak yang bertanya-tanya mengenai arti dari PPKM Mikro yang diterapkan pemerintah pusat dan daerah untuk meminimalisir persebaran Covid-19.

Lantas apa itu PPKM Mikro? Apa perbedaan dengan PPKM biasa? Berikut ini penjelasannya.

Pengertian PPKM Mikro

Dihimpun dari berbagai sumber, PPKM Mikro merupakan singkatan dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berbasis Mikro.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ini diterapkan sehubungan dengan meningkatnya persebaran Covid-19 di tanah air.

Baca juga: Apa Itu Roasting? Istilah yang Ramai Dibahas Karena Gaduh Kiky Saputri dan Sule

Baca juga: Apa Itu SWAG ? Istilah Gaul Kekinian dan Populer di Kalangan Pecinta Drakor

Aturan PPKM Mikro ini diterbitkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, melalui Instruksi Mendagri Nomor 3 Tahun 2021 terkait penanganan virus corona (Covid-19).

Aturan yang diberlakukan dalam PPKM Mikro in didasarkan pada zonasi Covid-19 suatu daerah, apakah masuk zona hijau, kuning, oranye, atau merah.

Dilansir dari Kompas.com, berikut ini perbedaan PPKM Mikro dengan PPKM biasa.

  • Pada PPKM berbasis mikro, ada ketentuan pembentukan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan dalam rangka pengendalian Covid-19. Sebelumnya, ketentuan ini tidak ada pada PPKM jilid I dan II.
  • Pada PPKM jilid I, jam operasional restoran dan pusat perbelanjaan dibatasi hingga pukul 19.00. Sementara, pada PPKM jilid II, jam operasional lebih longgar, hingga pukul 20.00 WIB. Aturan pada PPKM mikro lebih longgar lagi, di mana jam operasional mal/pusat perbelanjaan diizinkan hingga pukul 21.00 WIB.
  • Pada PPKM, pembatasan di perkantoran adalah 25 persen work from office, dan 75 persen work from home. Sementara, pada PPKM mikro, aturannya lebih longgar, dengan 50 persen work from office dan 50 persen work from home.
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved