Breaking News:

Berita Palembang

Kawasan 16 Ilir Padat, Pemerintah Kota Palembang Diminta Tegas Tertibkan Pasar 16 Ilir

Kalau tidak diantisipasi dari sekarang akan berbahaya, terutama dalam menekan penyebaran Covid-19.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Vanda Rosetiati
ISTIMEWA
Suasana di Pasar 16 Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Saat Ramadan Pasar 16 ramai. Bahkan lapak-lapak yang berjualan sampai ke tempat-tempat parkir kendaraan, sehingga kepadatan pun terjadi.

Menurut Pengamat Sosial Universitas Sriwijaya, Prof Dr Kiagus Muhammad Sobri, MSi, di saat pandemi Covid-19 seperti ini seharusnya Pemerintah Kota menertibkan Pasar 16.

"Kalau tidak diantisipasi dari sekarang akan berbahaya, terutama dalam menekan penyebaran Covid-19. Harusnya Pemerintah Kota Palembang dan pihak pasar segera menertibkan," kata Prof Sobri, Selasa (13/4/2021).

Lebih lanjut ia mengatakan, saat ini masih Pandemi Covid-19. Kalau tidak diterbitkan dampaknya banyak seperti tata tertib atau keindahan kota jadi semerawut.

Lalu dari sisi kesehatan berdampak pada penyebaran Covid-19, karena terjadi kerumunan. Akibatnya nanti bisa meningkatkan jumlah kasus Covid-19.

"Memang situasi Ramadan akan terjadi demikian, karena umat Islam yang melaksanakan ramadan akan memenuhi kebutuhannya baik persiapan ramadan dan nanti hari raya. Namun Pemerintah Kota Palembang harus tegas menyikapi ini," katanya.

Menurutnya, pasti banyak pedagang-pedagang kagetan saat Ramadan. Mereka menempati lapak-lapak yang tidak semestinya seperti di lahan parkir bahkan bahu jalan.

"Padahal saat ini di Kota Palembang diberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro. Baik itu pasar, mal dan lain-lain tentu ada aturannya. Tinggal penegakannya yang belum berjalan," cetusnya.

Masih kata Prof Sobri, tim gugus tugas dibackup penegakan hukum maupun perda seperti Pol PP harus serius menangani ini. Lalu pihak pasar juga harus tegas menanta pasar.

"Bukan momen puasa saja yang ramai, saat bisa saja di Pasar 16 itu tidak tertata rapi. Apalagi puasa dan ramadan. Sekarang tinggal bagaimana pengendalian, dan pengawasannya," katanya.

Sedangkan terkait adanya jual beli lapak, menurutnya ia tak tahu persis tentang itu. Pihak Pemerintah Kota dan Pasar mungkin yang lebih tahu.

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved