Berhembus Kencang Isu Reshuffle Kabinet, Ali Mochtar Ngabalin Sebut Pekan Ini Dilakukan Perombakan
Bahkan, Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin ini dipastikan akan melakukan reshuffle kabinet pekan ini.
TRIBUNSUMSEL.COM - Semakin berhembus kencang isu reshuffle kabinet Indonesia Maju jilid ke-2.
Setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui penggabungan Kemenristek ke Kemendikbud dan pembentukan Kementerian Investasi dalam rapat paripurna DPR yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Jumat (9/4/2021), isu tersebut muncul lagi.
Memastikan reshuffle kabinet akan dilakukan dalam waktu dekat ini, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin.
Dikabarkan bahwa Jokowi dan Ma'ruf Amin sudah berdiskusi terkait isdu reshuffle kabinet Indoensia Maju.
"Dan tinggal kita tunggu waktunya dalam pekan ini," kata Ali Mochtar Ngabalin, dalam tayangan Kompas TV, Selasa (13/4/2021).
Baca juga: Unggah Foto Seksi di Bulan Ramadan, Jessica Iskandar Menuai Kritikan, Pevita Pearce Malah Dipuji

Bahkan Ngabalin secara yakin reshuffle kabinet akan dilakukan secara cepat.
"Dari biasanya, saya tahu dan beberapa kali saya ikuti Bapak Presiden tidak akan lambat mengambil keputusan. Dan beliau tidak memiliki ketergantungan dengan siapapun untuk mengambil satu keputusan yang tepat," ungkap Ngabalin.
Ngabalin menyebutkan ada tiga faktor yang memperkuat Jokowi melakukan perombakan Kabinet Indonesia Maju Jilid ke-2 dalam waktu dekat.
Pertama ialah penggabungan Kemenristek ke Kemendikbud. Usulan pemerintah untuk menyatukan dua kementerian itu telah disetujui oleh DPR.
"Surpres yang dikirim ke DPR 30 maret itu, itu kan sudah diterima DPR, disidang DPR dan telah diambil keputusan, terkait pengabungan Kemenristek ke Kemendikbud.Kenapa begitu, banyak kerjadaan di Kemeristek yang seharusnya menjadi bidang Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)" ucap Ngabalin.
Sementara faktor kedua, Ali Ngabalin menyebut pamitnya Menristek Bambang Brodjonegoro dari Kementeriannya menjadi salah satu faktor dari reshuffle kabinet.
"Kan terjadi kekosongan itu. Sementara Kemenristek sendiri belum ke Kemedikbud," katanya.
Sedangkan faktor ketiga adalah pemerintah yang akan segera membentuk Kementerian Baru yakni Kementerian Investasi.
Dengan adanya kementerian baru, otomatis maka akan ada menteri baru.
Juru Bicara Wapres Ma'ruf, Masduki Baidlowi pun membenarkan adanya isu reshuffle kabinet.