Breaking News:

Berita Prabumulih

Sutarno : Dinsos dan Dinkes Tak Perlu Takut Jika Tidak Melakukan Penyimpangan

Kejari Prabumulih tengah menyelidiki dugaan dugaan penyimpangan dana di dua dinas di lingkungan Pemkot Prabumulih. DPRD Prabumulih beri tanggapan

Tribun Sumsel/ Edison
Kantor DPRD Prabumulih. Ketua DPRD Prabumulih, Sutarno SE memberikan tanggapan tentang penyelidikan Kejari Prabumulih terhadap dugaan penyimpangan dana di dua dinas di lingkungan Pemkot Prabumulih. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Menanggapi proses penyelidikan dilakukan Kejaksaan negeri Prabumulih terhadap Dinas Sosial Pemkot Prabumulih, langsung direspon jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Prabumulih.

Ketua DPRD Prabumulih, Sutarno SE mengungkapkan jika memang benar ada dana recofusing dianggarkan untuk penanganan covid 19 di instansi tersebut.

"Memang benar ada dana dilakukan recofusing untuk penanganan penyebaran covid 19 di dinas sosial dan dinas kesehatan.

Kejaksaan memiliki kewenangan untuk melakukan pemeriksaan, namun kalau dugaan penyimpangan tidak dilakukan maka tidak perlu takut," ungkap Sutarno ketika diwawancarai, Rabu (7/4/2021).

Baca juga: Kejari Prabumulih Selidiki Dugaan Korupsi di Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan

Sutarno mengatakan, recofusing anggaran yang digunakan untuk penanganan penyebaran virus corona memang ada dan untuk pembagian sembako bagi masyarakat terdampak corona.

"Untuk penggunaan mengacu kepada peraturan yang ada dan tidak boleh melenceng dari itu, ada SKB tiga menteri dan aturan lain," katanya.

Jika anggaran yang telah disepakati bersama dengan jajaran Dewan digunakan untuk keperluan lain selain penanganan covid 19 maka hal itu tentu menyalahi.

"Kalau diluar kegunaan untuk penanganan penyebaran covid 19 tentu menyalahi," lanjutnya.

Baca juga: Polres Prabumulih Gagalkan Transaksi 1 Kg Sabu, Kasus Terbesar Sejak Berdiri 17 Tahun Lalu

Disinggung bagaimana pengawasan para wakil rakyat terkait hal itu, Politisi Partai Golkar ini menjelaskan jika pihaknya sudah secara intens melakukan pengawasan.

"Dalam artian tetap kita awasi, dan pada saat itu 2020 intens kita panggil dinsos dan dinkes," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) kota Prabumulih dalam realise mengungkapkan jika saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan dugaan penyimpangan dana di dua dinas di lingkungan Pemkot Prabumulih.

Dua kasus dugaan korupsi tersebut yakni dugaan penyimpangan dana refocusing covid-19 sebesar Rp 2,9 miliar di Dinas Sosial tahun 2020 serta dugaan penyelewengan dana operasional kesehatan (DOK) di Dinas Kesehatan tahun 2019 yang diduga fiktif sebesar Rp 141 juta.

"Kita tengah lakukan penyelidikan dua perkara dugaan korupsi, di Dinas Sosial dugaan penyimpangan dana refocusing covid-19 sebesar Rp 2,9 miliar dimana dana semestinya untuk pemanganan covid tapi malah digunakan untuk yang lain, seperti itu gambarannya," tegas Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Topik Gunawan SH MH didampingi Kasi Pidsus Wan Susilo SH MH serta Kasi Intel Hendra SH MH saat menggelar preas release di aula Kejari Prabumulih dalam realise

Penulis: Edison
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved