Berita Palembang

Tiga Bulan Terakhir, Ada 8 Laporan Pencabulan di Palembang, Waspadai Modusnya

Polrestabes mencatat ada delapan laporan dengan kasus pencabulan atau persetubuhan terhadap anak di bawah umur mulai dari Januari hingga Maret 2021.

Penulis: Pahmi Ramadan | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/FAHMI
Kasubnit PPA Polrestabes Palembang, Iptu Fifin Sumailan mengenai kasus pencabulan anak di bawah umur di ruang PPA Polrestabes Palembang, Minggu (28/3/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Palembang, mencatat ada delapan laporan dengan kasus pencabulan atau persetubuhan terhadap anak di bawah umur mulai dari Januari hingga Maret 2021.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra melalui Kasubnit PPA Iptu Fifin Sumailan mengatakan, di bulan Januari ada empat kasus, bulan Febuari empat kasus dan di bulan Maret belum adanya laporan terhadap pencabulan anak di bawah umur. 

Baca juga: Setelah Palembang, Tilang Elektronik Juga Akan Diterapkan di Semua Wilayah Sumsel

"Yang paling banyak menjadi korban pencabulan anak-anak di umur lima tahun ke bawah yang belum mengerti tentang kekerasan seksual," ujar Iptu Fifin, Minggu (28/3/2021).

Korban pencabulan diantaranya perempuan.

Ia menjelaskan, pencabulan tersebut bisa terjadi adanya kesempatan waktu sepi dan tidak ada orang. 

"Para pelaku biasanya mengiming-imingi sesuatu yang menarik kepada korban seperti uang agar korban mau menuruti nafsu pelaku," katanya. 

Baca juga: Traveler Asal Palembang yang Sudah Kunjungi 46 Negara, Cerita Tentang ELTE

Ia mengungkapkan, rata-rata pelaku merupakan orang dekat korban. 

"Pelaku bisa jadi tetangga ataupun orang yang dekat dengan korban. Sehingga para pelaku dengan leluasa mendekati korban," bebernya. 

Kemudian ia imbau kepada orang tua agar lebih memperhatikan anaknya, apalagi di zaman sekarang banyak sekali anak di bawah umur yang sudah bermain handphone. 

"Di handphone tersebut pasti adanya unsur dewasa yang takutnya bakal mempengaruhi anak. Kita juga imbau perlunya pengetahuin sex dini kepada anak-anak misalnya ada orang yang menyentuh bagian sensitifnya bisa teriak dan meminta tolong agar kejadian tersebut tidak terjadi," tutupnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved