Kisah Manusia Got yang Rela Bau & Berdarah-darah di Comberan, Sampai Harus Pisah Ranjang Demi Nafkah
Kisah Manusia Got yang Rela Bau & Berdarah-darah di Comberan, Sampai Harus Pisah Ranjang Demi Nafkah
TRIBUNSUNMSEL.COM - Kisah manusia got yang rela bau dan berdarah-darah di comberan.
Namun demi mencari nafkah untuk keluarga, ia sampai harus rela pisah ranjang.
Nama asli laki-laki itu Deny Kurniawan. Karena pandemi Covid-19, ia tak bisa lagi mendapat nafkah sebagai tukang becak. Namun, ia tak menyerah.
Seorang Ketua RT di Pondok Cipta, Bekasi Barat memberinya tawaran pekerjaan menguras got. Deny yang sedang kesulitan uang langsung menerima tawaran itu tanpa pikir panjang.
"Ya sudah, nekat. Wah, badan itu... Nyebur saja. Di sini (sela-sela jari tangan) kutu air, berdarah-darah," tutur Deny, dikutip dari Kompas.com.
Sebenarnya, ia tak berpengalaman dengan pekerjaan ini. Namun, ia ikhlas bekerja seperti itu demi memberi nafkah bagi istri dan tiga anaknya.
“Saya ingat keluarga di rumah. Ingat istri, ingat anak saya. Saya lebih enggak tega lihat anak-istri saya enggak makan,” ujar Deny.
Deny bekerja sepenuh hati membersihkan gorong-gorong dari berbagai sampah. Karena itu, banyak orang puas dengan pekerjaannya dan menjulukinya sebagai “Deny Manusia Got”.
Panggilan kerja di sekitar Bekasi pun terus berdatangan. Deny lalu mengajak tiga temannya untuk membantu pekerjaan itu. Teman-temannya itu dulu bekerja sebagai penjual kopi dan pemulung.
Meski harus sering berendam dalam selokan, rasa humornya tak luntur. Deny menjuluki kelompok mereka sebagai Markesot.
Baca juga: Akhirnya Terkuak Identitas Pemeran Video Syur Wanita Gaun Merah, Sudah Produksi 26 Konten Serupa
Baca juga: Kisah Anak Juru Parkir Usia 9 Tahun Kirim Surat ke Kapolda, Langsung Dijemput Staf Pribadi, Menangis
Baca juga: Polri Angkat Bicara Usai Puluhan Kuasa Hukum Rizieq Shihab Tak Boleh Masuk di Ruang Sidang PN Jaktim
“[S]aya yang bikin, [artinya] 'mari kita ngesot'," ungkap Deny sambil tersenyum lebar.
Julukan itu sesuai dengan pekerjaan mereka ngesot di selokan penuh lumpur yang dihuni kepiting, belut, kelabang, dan ular.
Tak cuma itu, mereka juga kerap menemui sampah-sampah yang membahayakan tubuh mereka, seperti tusuk sate, bambu, dan potongan kaca. Ada pula barang-barang seperti kondom, spanduk, serta tv tabung.
Kaki Deny pernah menjadi tertancap potongan kaca pada 20 Januari 2021 lalu. Namun, ia terus menjalani pekerjaannya.
Belum lagi rasa panas saat terendam dalam lumpur dan bau selokan yang tak juga hilang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/deny-kurniawan-43-sedang-membersihkan-saluran-air-di-perumahan-duta-kranji.jpg)