Breaking News:

Berita Kriminal Muara Enim

Pembunuhan Tukang Ojek di Muara Enim, Sempat Divonis Bebas, MA Jatuhkan Hukuman 10 Tahun Penjara

Alhamdulilah Hakim Mahkamah Agung sependapat dengan penuntut umum tuntutan dengan 13 tahun dan putusan 10 tahun.

Editor: Vanda Rosetiati
SRIPO/ARDANI ZUHRI
Kejaksaan Negeri Muara Enim mengamankan Sumadi telah menerima putusan dari Mahkamah Agung, Rabu (18/3/2021). Sebelumnya PN membebaskan terdakwa dari tuduhan pembunuhan tukang ojek tetapi Jaksa kasasi dan terdakwa divonis MA 10 tahun penjara. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARA ENIM - Kalah di Pengadilan Negeri (PN) Muara Enim, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Muara Enim menang di tingkat kasasi Mahkamah Agung (MA) atas kasus pembunuhan yang
dilakukan Sumadi (64) warga Talang Jawa, Kelurahan Pasar Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim terhadap Ahmad Sukri (50) yang berprofesi tukang ojek di depan Kafe Bur Tanjung Enim pada tanggal 18 Februari 2020 lalu.

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Muara Enim Irfan Wibowo SH MH melalui Kasi Pidum Alex Akbar SH MH didampingi Kasi Intel Yulius Dada Putra SH MH, menyampaikan mereka telah melakukan eksekusi terhadap petikan putusan Nomor 194 K/Pid/2021 Mahkamah Agung bahwa mengabulkan permohonan kasasi JPU Kejaksaan Negeri Muara Enim menyatakan membatalkan putusan Pengadilan Negeri Muara Enim Nomor 380/Pid.B/2020/PN.Mre tanggal 25 November 2020, dan menyatakan terdakwa Sumadi tidak terbukti secara sah, membebaskan terhadap terdakwa dari dakwaan primer penuntut umum dan Majelis Hakim Kasasi Mahkamah Agung menyatakan Sumadi terbukti secara sah dan menyakinkan tindak pidana pembunuhan serta menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama 10 tahun.

Atas putusan Mahkamah Agung, Kejaksaan Negeri Muara Enim dibantu anggota Satreskrim Polres Muara Enim dan Polsek Lawang Kidul telah melakukan eksekusi terhadap terpidana Sumadi.

"Alhamdulilah Hakim Mahkamah Agung sependapat dengan penuntut umum tuntutan dengan 13 tahun dan putusan 10 tahun. Atas putusan tersebut Sumadi langsung diamankan di rumahnya dan dijebloskan ke dalam sel," kata Alex Akbar, Rabu (17/3/2021).

Baca juga: Nangkring di Atap Bangunan Malam Hari, 3 Pemuda di Pemulutan Mencuri Seng, Langsung Diangkut Polisi

Sementara itu, Sumadi dirinya mengaku kaget saat dijemput pihak berwajib untuk melakukan penahanan terhadap dirinya. Atas
putusan tersebut dirinya tidak terima dan menyangkal apa yang dituduhkan tersebut.

“Aku baru nian sampe rumah dari Linggau bawa mobil. Tiba-tiba ada petugas di belakangku nak nangkap, aku ngomong izin narok tas isi pakaian kotor sudah tuh dibawa ke sini (Kejaksaan, Red). Dan aku idak terimo karno idak melakuke apo yang dituduhkan,” elaknya.

Terpisah, Gunawan Apriadi SH MH selaku Penasehat Hukum Sumadi bahwa dirinya belum mengetahui dan melihat salinan putusan MA tersebut. Namun pihak Kejaksaan Negeri Muara Enim telah memberi tahu kepadanya terkait putusan tersebut dan dalam waktu dekat kita akan ajukan permohonan Peninjauan Kembali (PK).

Seperti diberitakan sebelumnya, Hakim Pengadilan Negeri Muara Enim memvonis bebas terdakwa Sumadi (64) warga Talang Jawa, Kelurahan Pasar Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, dalam kasus dugaan pembunuhan tehadap Ahmad Sukri (50) warga Dusun Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Muara Enim, meninggal dunia di depan Kafe Bur Tanjung Enim 18 Februari 2020 lalu yang digelar Pengadilan Negeri Muara Enim (25/11/2020).

Sidang berlangsung secara virtual dipimpin Ketua Majelis Hakim Arpisol SH, Hakim anggota Sera Ricky Swari S SH dan Provita Justistia SH. Sementara tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) terdiri dari Tiara Pratidhina SH MH dan Mayorudin Febri SH.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan terdakwa Sumadi bin Wagiman tersebut di atas tidak terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tidak pidana pembunuhan berencana sebagaimana dalam dakwaan primair, melakukan pembunuhan sebagaimana dalam dakwaan subsidair melakukan penganiayaan mengakibatkan mati sebagaimana dalam dakwaan lebih subsidair.

Membebaskan terdakwa oleh karena itu dari seluruh dakwaan dan memerintahkan terdakwa dibebaskan dari tahanan segera setelah putusan ini diucapkan. Memulihkan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat serta martabatnya. (ari/sp)

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved