Penjelasan Mabes Polri Usai Ada Dugaan Anggotanya Terlibat Dalam Dualisme Partai Demokrat

Penjelasan Mabes Polri Usai Ada Dugaan Anggotanya Terlibat Dalam Dualisme Partai Demokrat

Editor: Slamet Teguh
Instagram/Kompas.com
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengkritik keras tindakan Moeldoko yang ingin mengambilalih kepemimpinan Partai Demokrat. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Gejolak yang terjadi di tubuh Partai Demokrat tampaknya menyeret sejumlah pihak.

Dan yang terbaru, sejumlah anggota polisipun disebut terlibat.

Polri menyatakan siap memberikan sanksi kepada personel yang terlibat politik praktis dalam dualisme partai Demokrat. Khususnya dugaan ada oknum personel yang melakukan intimidasi kader di daerah.

"Tentunya apabila ada pelanggaran-pelanggaran Polri akan tindak," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan, Kamis (11/3/2021).

Rusdi menjelaskan Polri masih belum menemukan laporan adanya personel yang diduga telah melakukan pelanggaran. Mereka juga tengah memeriksa kabar itu terhadap jajarannya di daerah.

"Kita ngecek itu. Apabila ada hal yang melanggar tentunya polri akan melalukan tindakan. Kita lakukan pengecekan itu benar atau tidak," tandas Rusdi.

 Sebelumnya, DPP Partai Demokrat mengaku mendapat laporan dari daerah soal intel polres yang mengancam kader partai berlambang mercy itu di tingkatan kabupaten atau kota.

Baca juga: Pengakuan Partai Demokrat Soal Intel Kepolisian yang Datangi dan Mengancam Ketua DPD-DPC di Daerah

Baca juga: 21 Ketua DPD dan DPC Partai Demokrat Dipecat AHY Karena Dukung Moeldoko Dalam KLB, Kalsel Terbanyak

Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyebut, satu diantaranya adalah kader di Melawi, Kalimantan Barat (Kalbar).

"Iya, saya sempat mendengar ada laporan itu. Dari beberapa daerah. Salah satunya memang Melawi, Kalbar," kata Herzaky kepada wartawan, Rabu (10/3/2021).

Herzaky mengatakan, Demokrat saat ini sedang mendalami laporan tersebut.

"Sedang kami dalami, apakah benar mereka memang anggota instansi terkait, dan apakah memang ada arahan secara resmi," ujarnya.

Diketahui, isu soal intel polisi datangi Ketua DPD dan DPC Partai Demokrat kubu AHY dicuitka oleh beberapa politisi PD, di antaranya Benny K Harman.

Dalam cuitannya pada Selasa siang kemarin, Benny menyebut terdapat jajaran intelijen polres tersebut mengancam kader Demokrat di kabupaten atau kota untuk menyerahkan nama-nama pengurus inti dan mereka bergerak atas perintah kapolres.

"Para pengurus Demokrat tingkat kabupaten dan kota kini resah. Mereka diancam intel2 Polres untuk menyerahkan nama2 pengurus inti partai. Katanya atas perintah Kapolres. Ada pula yang dibujuk utk pro Pengurus Demokrat hasil KLB jika mau aman. Ini beneran kah.? Rakyat Monitor!" kata Benny lewat akun Twitter miliknya, @BennyHarmanID, Selasa (9/3/2021).

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Polri Siap Tindak Jika Ada Personel Yang Terlibat Politik Praktis Dalam Dualisme Partai Demokrat.

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved