Sempat Ditolak DPRD OKU, Ternyata Ini Penjelasan Ditunjuknya Edward Candra Sebagai Plh Bupati OKU
Pada Senin malam (8/3/2021) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menunjuk Edward Candra sebagai pelaksana harian (Plh) Bupati OKU
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Prawira Maulana
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pada Senin malam (8/3/2021) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menunjuk Edward Candra sebagai pelaksana harian (Plh) Bupati Ogan Komering Ulu (OKU).
Namun ternyata penunjuk Edward Candra sebagai Plh Bupati OKU mendapatkan penolakan dari DPRD OKU, lantaran di OKU masih ada Sekda.
Terkait hal tersebut, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru mengatakan, bahwa ini perlu diluruskan.
"Jadi Sekda OKU dalam kondisi berkabung, untuk itu dia minta kepada saya agar menunjuk Plh dari provinsi," Kata Deru, Selasa malam (9/3/2021).
Untuk itulah Deru menujuk pejabat di Pemprov Sumsel yakni Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Edward Candra, sebagai Plh Bupati OKU.
Bahkan Deru menelepon langsung Sekda OKU Achmad Tarmizi.
"Mari kita tanya pak Tarmizi langsung," kata Deru.
Deru lalu menelepon Achmad Tarmizi. Dari sambungan telepon Achmad Tarmizi mengatakan, jika dialah yang meminta agar Gubernur Sumsel tak kembali menunjuknya sebagai Plh Bupati OKU.
Sebab ia masih berduka atas meninggalnya Bupati OKU Kuryana Azis. Terlebih, Kuryana Azis sudah dianggapnya seperti orang tuanya sendiri.
"Kondisi saya saat ini, bapak lihat sendiri saya nangis terus. Saya mohon dengan bapak (gubernur) untuk menunjuk Plh yang lain dulu," kata Achmad Tarmizi.
Apalagi menurutnya, untuk tugas sebagai Plh bupati merupakan tugas yang berat. Hal ini karena dia harus berkoordinasi dengan seluruh organisasi perangkat daerah di OKU.
Sebelumnya Achmad Tarmizi juga pernah menjadi Plh bupati OKU sewaktu menunggu proses pelantikan bupati terpilih pada Pilkada serentak. Ia pernah menjadi Plh Bupati OKU dari tanggal 17 Februari hingga akhirnya pada tanggal 26 Februari bupati dan wakil bupati terpilih dilantik.
Baginya di masa normal pun tugas Plh bupati sudah berat. Apalagi, di dalam suasana diliputi kesedihan akibat kehilangan seseorang yang begitu berarti dalam hidupnya.
"Terus terang saja saat ini saya belum siap sebagai Plh," katanya.