Andi Mallarangeng Bela SBY Usai Disebut Terjadi Dinasti Politik di Partai Demokrat

Andi Mallarangeng Bela SBY Usai Disebut Terjadi Dinasti Politik di Partai Demokrat

Tayang:
Editor: Slamet Teguh
KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Cagub dan cawagub nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni saat menghadiri acara Indonesia Untuk Semua dari partai Demokrat di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (7/2/2017). Susilo Bambang Yudhoyono akan menyampaikan pidato politik dalam rangkaian Dies Natalies ke 15 partai Demokrat yang diawali Rapimnas. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng kembali membela Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kali ini Andi Mallarangeng membantah bahwa permasalahan dinasti politik SBY di Partai Demokrat yang mendorong adanya Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Andi menyebutkan KLB Demokrat di Deli Serdang itu bukan dipicu masalah internal.

Sebaliknya, kegiatan itu merupakan bagian dari pengambilalihan partai secara paksa atau kudeta kepimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Ini (KLB Demokrat) bukan masalah internal. Kalau masalah internal ada mekanismenya kok. Ada dewan kehormatan, ada mahkamah partai. silakan ajukan itu kalau ada masalah-masalah," kata Andi dalam diskusi daring, Sabtu (6/3/2021).

Baca juga: Moeldoko Rebut Partai Demokrat, SBY Merasa Malu Bersalah Pernah Beri Jabatan Padanya

Baca juga: DPC Demokrat Muara Enim Tetap Istiqomah Konsisten Dukung AHY

Baca juga: Mahfud MD Angkat Bicara Tentang Polemik Demokrat, Sebut Pemerintah Tak Bisa Larang Kegiatan Itu

Demokrat, klaim Andi, tidak menerapkan dinasti politik sebagaimana yang dituduhkan. Sejak awal berdiri, peralihan kepemimpinan partai berlambang mercy itu telah berjalan sebagaimana mestinya.

"Mereka kan bilang ini partai dinasti. Dimana? Demokrat itu sejak awal ketua umum pertamanya itu Professor Subur lalu kemudian Pak Hadi Utomo. Lalu ada kompetisi di antara kami, saudara Anas, Marzukie Alie dan saya sendiri," ujar dia.

Adapun pergantian Anas Urbaningrum dari kursi jabatan Ketua Umum Partai Demokrat kepada SBY lantaran cara penyelamatan partai. Saat itu, Anas tersandung kasus dugaan gratifikasi dalam proyek Hambalang.

"Pak SBY mengambilalih karena untuk penyelamatan partai, lalu ada kongres lagi tahun 2020. Di antara kader partai Demokrat itu yang terbaik itu AHY. coba lihat polingnya, bandingkan dengan semua kader Demokrat itu paling tinggi AHY," beber dia.

Lebih lanjut, Andi menuturkan penunjukkan AHY juga bertujuan upaya regenerasi kepemimpinan Demokrat untuk menyongsong pemilu 2024 mendatang.

"Kita sedang persiapkan regenarasi kepemimpinan karena kita berpikir tahun 2024 juga akan ada momentum regenerasi kepemimpinan nasional karena itu kita sudah siap melakukan regenerasi dengan munculnya tokoh seperti AHY," tandas Andi.
 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Andi Malarangeng Bantah Tudingan SBY Buat Dinasti Politik di Partai Demokrat.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved