Trah Hatta Rajasa di PAN Semakin Kuat, Kader Ungkap Upaya Singkirkan Loyalis Zulhas
Pemilihan pengurus inti ditingkat DPD (Kabupaten/ Kota) Partai Amanat Nasional (PAN) se-Sumsel tengah berlangsung.
Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--Meski saat ini masih berlangsung pemilihan pengurus inti ditingkat DPD (Kabupaten/ Kota) Partai Amanat Nasional (PAN) se Sumsel.
Namun disebut ada gerakan pengurus nanti didominasi "gerbong" dari ketua DPW PAN Sumsel Iskandar
Selain Iskandar yang sudah menjabat Ketua DPW PAN Sumsel untuk periode ke 4, dipengurusan DPW untuk jabatan Sekretaris DPW telah dijabat oleh Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad, yang notabane loyalis dari kakak kandung Iskandar yaitu elit politik nasional Hatta Rajasa.
Sementara untuk jabatan Ketua Pembinaan Organisasi dan Keanggotaan (POK) akan dijabat orang kepercayaan adik kandung Iskandar, Hafizs Tohir yaitu Fajar Febriyansah.
Pemerahati politik Sumsel Bagindo Togar Butarbutar menilai, dengan semakin kuat cengkraman atau kekuasaan Iskandar di DPW PAN Sumsel yang meletakkan loyalis Hatta pada jabatan startegis partai, setelah membersihkan pesaingnya (Kms H Umar Halim), upaya memuluskan trah Hatta Rajasa dalam memimpin PAN di Sumsel.
Hal ini juga terlihat dari Musda Kabupaten/ Kota telah juga terlaksana, dan mayoritas orang- orang yang berseberangan dengan mereka "dibinasakan" dengan alasan- alasan tertentu.
"Tentu saja PAN di daerah ini memiliki beragam agenda plus target politik, yang terbuka maupun tertutup, baik itu untuk dilevel lokal, regional maupun nasional," katanya, Rabu (3/3/2021).
Trah politik Hatta tetlihat dari pucuk pimpinan PAN di provinsi ini yang belum berganti dari sosok Iskandar, begitu juga untuk Ketua kota Palembang terpilih juga bagian trah elite Provinsi, yang merupakan keponakan Hatta Rajasa.
"Jadi, terkesan begitu jelas dan serius penataan elite PAN diwilayah ini menghadapi tahun politik 2024. Dibawah dirijennya Hatta Rajasa, para elite maupun kader partai ini berharap memberi kontribusi relatif besar bagi perolehan dukungan suara secara nasional. Namun, tetap penataan tetap harus mendengarkan dan merangkul suara yang merupakan akar rumput partai selama ini," capnya.
Bagindo pun menilai, jika ingin membesarkan partai, petinggi PAN di Sumsel harus tetap mendengarkan suara- suara akar rumput partai selama ini. Jika hal itu dilupakan maka partai PAN akan mengalami kerugian sendiri.
"Jika ada upaya pembersihan loyalis Zulhas dan tidak mengakomodir suara akar rumput, PAN akan sulit menjadi lebih besar dan itu harus diperhitungkan," tandasnya.
Sejumlah loyalis Ketua umum PAN Zulkifli Hasan di Sumsel sendiri, mengaku saat ini ada upaya menyingkirkan kader- kader PAN yang selama ini berjuang mati- matian, dan terkesan penyelenggaraan Musda PAN yang ada lebih pada politik belah bambu.
"Sekarang kacau organisasi, ini kita selama ini sudah berjuang berdarah- darah saat pemilu dan saat pemilihan Ketum, namun disingkirkan," terang pria yang tidak mau disebutkan namanya.
Diterangkannya, jika mantan ketua umum PAN yang saat ini menjabat ketua MPP PAN Hatta Rajasa telah menghadap ketum PAN Zulhas untuk fokus membesarkan dan membina partai PAN di Sumsel.
Namun, faktanya ia melihat jika yang dilakukan saat ini menggembosi partai sendiri, mengingat banyak kader potensial yang selama ini loyalis Zulhas disingkirkan melalui Musda yang "direkayasa".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/musda-pan-palembang.jpg)