Breaking News:

Berita Palembang

Diklaim Tak Bisa Dipalsukan, Stiker Tanda Lunas Pajak Kendaraan Bermotor Memuat Data Berikut

Striker yang digunakan menggunakan kode keamanan tinggi, sehingga tidak dapat dipalsukan dan hanya bisa didapatkan saat pembayaran pajak

TRIBUN SUMSEL/LINDA TRISNAWATI
Gubernur Sumsel H Herman Deru memasang stiker tanda lunas pajak kendaraan bermotor pada plat BG 1390 ON berwarna hitam mika saat peluncuran stiker, Jumat (26/2/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melaunching Pemasangan Stiker Tanda Lunas Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor, yang diadakan di Kantor Bersama Samsat Wilayah I, Jalan Kapten A Rivai.

Kendaraan yang pertama ditempeli stiker tanda lunas pembayaran pajak kendaraan yaitu mobil dengan plat BG 1390 ON berwarna hitam mika. Ini merupakan mobil minibus dengan merek Mitsubishi.

Mobil tersebut ditemplkan stiker tanda lunas pembayaran pajak kendaraan oleh Gubernur Sumsel Herman Deru.

Setelah itu mobil kedua yang ditempelkan stiker tanda lunas pembayaran pajak kendaraan yaitu plat BG 1622 ON, berwarna putih orchid mutiara.

"Sumsel merupakan provinsi pertama yang ada di Indonesia, yang memasangan stiker tanda lunas pembayaran pajak kendaraan bermotor," kata Herman Deru saat Launching Pemasangan Stiker Tanda Lunas Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor, Jumat (26/2/2021).

Lebih lanjut ia mengatakan, tujuan dipasangnya stiker ini bukan hukuman tapi reward. Ini gerakan sikologi bukan menghukum orang. Minimal wajib pajak ini patuh terhadap kewajiban-kewajibanya. Kalau yang tidak ada hologram ya berfikir la sendiri.

"Kalau kita bicara pajak daerah tentu akan ingat Pendapat Asli Daerah (PAD), hafal di lidah. PAD ini sumbernya apa ini yang harus dipahami pajak, retribusi dan pendapat lain-lain yang sah," kata Deru.

Menurutnya, pemasangan stiker tanda lunas pajak kendaraan bermotor ini salah satu kegiatan untuk mengoptimalkan PAD. Sebab yang langsung masuk kas daerah itu ya pajak kendaraan bermotor dan pajak bahan bakar kendaraan bermotor.

Memang menurutnya semua ada tantangan, tapi ada satu jawaban yaitu kesadaran. Ketika kewajiban dan service sejajar maka akan timbul kesadaran.

"Bahkan saat pandemi PAD kita tidak minus. Karena berbagai upaya kita lakukan seperti melakukan pemutihan, kondisi jalan yang baik dan lain-lain," katanya.

Baca juga: Pertama di Indonesia, Kendaraan Bermotor yang Sudah Bayar Pajak Akan Ditempel Stiker Tanda Lunas

Baca juga: Lapor Jalan Rusak di Kota Palembang, Hubungi Nomor Layanan Ini

Halaman
123
Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved