Breaking News:

Update Harga Karet Hari Ini

Harga Karet Hari Ini Jadi Rp 21.493 per Kg, Terdongkrak Kenaikan Harga Minyak Dunia

Indikasi harga karet hari ini naik Rp 418 per kg dibandingkan indikasi karet hari Rabu 24 Februari untuk KKK 100 persen.

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Vanda Rosetiati
Sripoku.com Leni Juwita
Anak petani karet saat memeriksa getah karet dimangkuk penampungan getah karet. foto diambil di wilayah Kecamatan Semidangaji. Harga karet menyentuh harga lebih dari Rp 20 ribu per kg sejak Senin, 22 Februari 2021. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen masih terus mengalami kenaikan. Bahkan kini sudah lebih dari Rp 21 ribu per kg untuk KKK 100 persen.

"Indikasi harga karet hari ini naik Rp 418 per kg dibandingkan indikasi karet hari Rabu 24 Februari untuk KKK 100 persen," kata Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Rudi Arpian MSi, Kamis (25/2/2021).

Berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet KKK 100 persen pada 24 Februari 2021 Rp 21.075 per kg.

Sedangkan harga karet hari ini, Kamis (25/2/2021) untuk KKK 100 persennya di harga Rp 21.493 per kg, artinya ada kenaikan Rp 418 per kg dibandingkan harga hari Rabu.

Lalu untuk KKK 70 persen diharga 15.045 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 12.896 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 10.747 per kg, dan KKK 40 persen diharga Rp 8.597 per kg.

"Selama empat hari berturut-turut harga karet di Sumsel naik, mulai hari Senin sampai hari ini. Hal ini dipengaruhi oleh Keputusan Arab Saudi untuk memangkas produksi secara sukarela dalam jumlah besar di bulan Februari dan Maret, sehingga turut mendongkrak harga," katanya.

Baca juga: Adik Gubernur, Anak Wagub hingga Bibi Wako di Sumsel Segera Dilantik, Pengamat Politik Ingatkan Ini

Baca juga: Pemerintah Kota Palembang Target Pembebasan Lahan Flyover Simpang Sekip Angkatan 66 Tuntas Tahun Ini

Sebelumnya ada komitmen pemangkasan produksi oleh Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC).

Sebagaimana diketahui bahwa minyak merupakan bahan baku karet sintetis, dengan mahalnya harga minyak maka konsumen akan beralih ke karet alam.

"Dengan demikian permintaan meningkat dan produksi masih tetap memicu harga terdongkrak naik. Minyak naik, nilai tukar Rupiah ke USD Naik. Jadi harga getah karet kembali terdongkrak naik," katanya

Menurutnya, secara keseluruhan kondisi seperti sekarang ini punya momentum cukup kuat untuk harga bisa bertahan antara Rp 19 ribu hingga Rp 21 ribu per Kg. Namun berapa lama bertahan tidak dapat diduga karena faktor lain dapat juga mempengaruhi harga menjadi menurun

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved