Besok Dilantik, Profil Wabup Ogan Ilir Ardani, Urang Diri Siap Membangun Daerah

Wakil Bupati Ogan Ilir terpilih, Ardani akan segera dilantik bersama Bupati Terpilih, Panca Wijaya Akbar.

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Prawira Maulana
TRIBUN SUMSEL/AGUNG DWIPAYANA
Panca-Ardani. 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Wakil Bupati Ogan Ilir terpilih, Ardani akan segera dilantik bersama Bupati Terpilih, Panca Wijaya Akbar.

Pelantikan oleh Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru di Griya Agung, Palembang, pada Jumat (26/2/2021) besok pukul 14.00 besok.

Mengenal sosok Ardani, pria 57 tahun ini kelahiran Desa Tanjung Batu, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir pada 31 Oktober 1963.

Ardani kecil mengawali pendidikan di SD Tanjung Batu, kemudian melanjutkan pendidikan di MTs Tanjung Raja dan SMAN 3 Palembang.

"Saya alumni Universitas Sriwijaya, tamat tahun 1987. Kemudian lanjut ke Jurusan Hukum Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Palembang, lulus angkatan pertama," kata Ardani kepada TribunSumsel.com, beberapa waktu lalu.

Ardani mulai menapaki karir sebagai birokrat setelah Surat Keputusan (SK) pengangkatannya keluar tahun 1988.

Pria yang pernah menjabat Kepala Biro Hukum dan HAM Pemprov Sumsel ini merasa terpacu untuk membangun Ogan Ilir karena merasa pembangunan di daerah tanah kelahiran cenderung lambat.

"Kami melihat Ogan Ilir ini banyak potensi sehingga terpacu ingin membangun daerah ini lebih maju lagi hingga bermuara pada kesejahteraan rakyat," ungkapnya.

Ardani juga pernah mengatakan, ia komitmen membangun sinergi yang baik dengan pasangannya, Panca Wijaya serta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Ogan Ilir.

Ardani mengibaratkan pemerintahan sebagai motor penggerak menuju kesejahteraan rakyat.

Inilah salah satu hal utama yang akan dilakukan setelah pelantikan besok.

"Motornya ini, kondisi pemerintahan, perlu dibangun sinergi yang kuat. Ini yang kita fokuskan di awal pemerintahan nanti," terangnya.

Bicara soal harta kekayaan, sesuai Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 24 Februari 2020 lalu, Ardani melaporkan harta kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebesar Rp 7.131.193.526.

Wakil Panca Wijaya Akbar ini memiliki tanah dan bangunan seharga Rp 3.430.000.000, terdiri dari tanah sebanyak 12 item yang tersebar di Ogan Ilir dan sebagian tersebar di kota Palembang.

Untuk alat transportasi dan mesin, Ardani melaporkan sebesar asetnya sebesar Rp 329.000.000.

Terdiri dari mobil Daihatsu Terios tahun 2010, Toyota Innova 2013 dan Toyota Yaris 2013, serta satu unit motor Honda Beat tahun 2016.

Selain itu, harta bergerak lainnya dilaporkan sebesar Rp 757.400.000, kas dan setara kas Rp 2.614.793.526, tanpa surat berharga dan utang.

Sehingga, total harta kekayaan Ardani sebesar Rp 7.131.193.526.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved