Breaking News:

Wisata dan Kuliner

Apa Itu Ngeliwet? Nasi Liwet Makanan Khas dari Daerah Mana? Ini Sejarah Perkembangannya

Proses ngliwet sendiri merupakan teknik memasak nasi dengan cara mencampur beras dan air, bisa air putih ataupun air santan, dalam satu tempat khusus

Editor: Wawan Perdana
Kompas.com/ M Irzal
Nasi liwet disajikan dengan beragam lauk seperti daging ayam, sayur labu siam, telur, dan kerupuk. 

“Nah setelah proses ngliwet itu baru dikasih macam-macam set menu, atau aneka lauk seperti ayam opor untuk liwet solo, telur dadar teri untuk di Sumatera, lauk yang digoreng-goreng biasanya untuk nasi uduk jakarta dan yang lainnya,” ujar Murdijati Gardjito, yang juga peneliti di Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM.

Sejarah Nasi Liwet

Umumnya nasi liwet disajikan dengan beragam lauk seperti daging ayam, sayur labu siam, telur, dan kerupuk. Nasi liwet banyak ditemukan di Solo atau Surakarta dan tanah Sunda.

Nasi liwet merupakan set menu khas Jawa yang tidak terkontaminasi dengan budaya manapun. Cita rasa gurih, hangat, dan pedas, merupakan satu kombinasi utuh yang harus ada di nasi liwet.

Dalam buku "Kuliner Surakarta: Mencipta Rasa Penuh Nuansa" karya Murdijati Gardjito, Shinta Teviningrum, dan Swastika Dewi terbitan PT Gramedia Pustaka Utama, disebutkan bahwa nasi liwet sebetulnya tidaklah berasal dari kaum bangsawan atau keraton.

Melainkan dibuat oleh masyarakat biasa yang tinggal di Desa Menuran, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo.

Sekitar tahun 1934, masyarakat Menuran mulai mencoba menjual nasi liwet ke sekitar wilayah Solo atau Surakarta.

Baca juga: Rahasia Pempek MangDin Tetap Eksis, Pertahankan Cita Rasa Asli Palembang Selalu Pakai Ikan Gabus

Dari sinilah, nasi liwet mulai dikenal dan dikonsumsi oleh keluarga bangsawan dan Kasunanan.

Sementara, untuk nasi liwet sunda, lahir di kalangan masyarakat perkebunan. Saat itu, masyarakat membekali dirinya dengan nasi untuk makan dari pagi sampai siang.

Menurut Murdijati Gardjito pada Kompas.com (15/06/2017), nasi liwet sunda lahir sebagai bentuk usaha berhemat.

Halaman
123
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved