Wako Lubuklinggau Berpesan REI Harus Bantu Program Penghijauan

Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe menghadiri pelantikan Komisariat Real Estate Indonesia (REI) Kota Lubuklinggau,Rabu (24/2).  

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Yohanes Tri Nugroho
Humas Kota Lubuklinggau
Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe menerima cinderamata saat menghadiri pelantikan Komisariat Real Estate Indonesia (REI) Kota Lubuklinggau, Rabu (24/2/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe menghadiri pelantikan Komisariat Real Estate Indonesia (REI) Kota Lubuklinggau.  

Kepada pengurus Komisariat REI maupun kepada pengembang perumahan di Kota Lubuklinggau, Wako berpesan supaya dapat melakukan penghijauan di kawasan perumahan. 

"Pesan saya tolong di perumahan ditanam pohon untuk membantu penghijauan di Kota Lubuklinggau," kata Nanan, saat menyampaikan kata sambutannya. 

Ia juga mengucapkan selamat kepada pengurus komisariat yang baru dan terima kasih kepada pengurus lama yang telah banyak berkontribusi di Lubuklingau.  

Menurutnya, dalam pembangunan kawasan perumahan, peran pemerintah juga sangat dominan. Apalagi Kota  Lubuklinggau masih tersedia areal  hutan, dan pemerintah membuka akses jalan sehingga mudah dalam pengembangan perumahan sendiri. 

Sementara, Ketua Komisariat REI Lubuklinggau yang baru, Febriansyah mengatakan kedepan pihaknya  tetap konsisten dan berkontribusi mendukung program pemerintah, ikut andil  dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan membantu  melakukan pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi saat ini. 

"Mudah-mudahan tidak hanya oriented bisnis saja, namun kedepan REI hadir pada kegiatan sosial masyarakat," katanya. 

Ketua Komisariat DPD REI  Lubuklinggau Febrian mengatakan meminta suport dukungan dari Pemerintah Kota Lubuklinggau sebagai penopang terbesar perumahan di wilayah Bumi Silampari.

Ia mengaku telah mendengar pengembang perumahan di Kota Lubuklinggau dilaporkan ke pihak berwajib karena kabur setelah mengambil down payment (DP) dari para konsumen.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat agar cerdas sebelum membeli perumahan dengan memilih pengembang yang serius dan mempunyai legalitas dan bukan hanya untuk keuntungan pribadi.

"Dalam asosiasi kami, yang kami data belum ada, tapi kalau keluhan jalan belum di cor itu ada, itu masalah waktu, sementara ranah pidana belum ada," katanya pada wartawan, Rabu (24/2).

Ia berkomitmen menjadikan pengembang yang tergabung dalam REI Lubuklinggau untuk profesional dan selalu komitmen membantu pemerintah untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.

"Kedepan pada saat pemasaran dilakukan benar-benar dilakukan oleh kawan-kawan asosiasi ini, mudah-mudahan perekonomian semakin membaik apalagi sudah ada vaskin Covid-19," ujarnya.

Terlebih, hampir 80 persen pengembang di Lubuklinggau bergerak di bidang rumah subsidi, karena saat ini masih banyak masyarakat di Kota Lubuklinggau yang penghasilan rendah namun belum memiliki rumah.

"Tentu dengan adanya program pemerintah KPR ini kami ingin masyarakat  mempunyai rumah layak dan sehat, kami fokus dan benar-benar untuk masyarakat berpenghasilan rendah, mulai dari tukang sayur, gorengan banyak mengambil perumahan kita," ungkapnya.

Sedangkan Ketua DPD REI Sumsel, Zewwy Salim menitik beratkan, bahwa Komisariat REI Lubuklinggau diminta menjaga kekompakan, kemudian merangkul pengusaha-pengusaha muda. 

Terhadap masyarakat agar tidak menjadi konsumen perumahan bodong. Zewwy menghimbau agar berhati-hari berinvestasi perumahan, mengingat belakangan ada kejadian konsumen yang tertipu, mengambil rumah. 

"Tipsnya, bagi masyarakat sebelum memutuskan mengambil rumah, kenali dulu pengembangnya, cari tahu siapa developernya, dan cek dulu legalitasnya. Bisa hubungi asosiasi REI untuk memastikan itu semua,"  unngkapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved