Berita Kriminal Palembang
Dimarahi Ibu, Remaja Putri di Palembang Ini Minggat Dari Rumah, Diduga Pergi Sama Pacar
Surti bersama keluarganya mencoba mencari anaknya di rumah teman maupun keluarganya namun anaknya tidak ada.
Penulis: Pahmi Ramadan | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Hairun Nisa Balkis (16) minggat dari rumah diduga sering di marahi ibunya lantaran sering bermain keluar rumah tanpa memberi kabar kepada ibunya.
Kejadian tersebut terjadi saat Surti (40) ibu korban melihat anaknya sudah tidak berada di rumahnya di jalan Harapan Jaya, Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni pada Jumat (19/2/2021) pukul 08.00 WIB.
Surti mengatakan, sebelumnya ia memarahi anaknya lantaran sering pergi keluar rumah tanpa memberi kabar dan di telpon tidak pernah di angkat.
Setelah itu anaknya pergi dari rumah dengan membawa bajunya tanpa sepengetahuan Surti.
"Dia sering pergi bermain keluar rumah, namun selalu pulang yang membuat saya kesal karena dia pergi tanpa pamit dan ditelepon juga tidak diangkat karena itu saya memarahinya," ujar Surti, Rabu (24/2/2021).
Melihat anaknya tidak berada di rumah dan juga membawa baju Surti bersama keluarganya mencoba mencari anaknya di rumah teman maupun keluarganya namun anaknya tidak ada.
"Saya telepon tidak diangkat, setelah itu nomor saya diblokirnya," katanya.
Ia menjelaskan, anaknya mempunyai pacar.
"Diduga anak saya pergi bersama pacarnya," bebernya.
Baca juga: Dana Perbaikan Miliaran, Ini Kondisi Jalan Lingkar Timur Prabumulih, Hampar Kerikil Aspal Seadanya
Baca juga: Kebakaran Pabrik Kerupuk di Dwikora Palembang, Polisi Sebut Ada Unsur Kelalaian, Ini Kronologisnya
Surti kemudian mendatangi rumah pacar anaknya namun pacar anaknya juga tidak ada di rumah dan keluarga pacar anaknya mengatakan tidak tahu kemana dia pergi dan belum pulang juga.
Tidak sampai disitu, Surti bersama keluarganya turus mencari korban dan terus menghubungi nomor anaknya namun tetap tidak ada hasil.
Lantaran bingung harus mencari anaknya kemana lagi, lantas Surti memutuskan melaporkan anaknya yang hilang ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang.

Ia berharap agar anaknya pulang.
"Pulanglah nak, ibu tidak marah lagi. Ibu sayang kamu, ibu marah karena menasehati kamu, pulanglah keluarga menunggu kamu di rumah," tutup Surti sambil mengeluarkan air mata.
Adapun ciri-ciri korban :