Breaking News:

Kisah Sedih Keluarga Santi, HP Anak Belajar Daring Terpaksa Digadaikan, Tak Ada Lagi Bisa Dimakan

Setelah suaminya mengalami kecelakaan, ibu rumah tangga di Surabaya ini bingung cara memenuhi kebutuhan hidup keluarganya

Editor: Wawan Perdana
Dok Fraksi PDIP
Santi Marisa saat menceritakan kondisi keluarganya di ruang Fraksi PDI Perjuangan Surabaya. 

Nahas, Ahmad justru tersengat listrik dan ia pun terjatuh dari atap rumah.

Selain tersetrum, kepalanya juga bocor, tangan dan kakinya terbakar.

"Selama tiga bulan ini (suami) enggak bekerja sama sekali," kata Warga yang tinggal di Jalan Gresikan, Pacar Kembang, Kecamatan Tambaksari, Surabaya ini, Kamis (18/2/2021).

Gadaikan HP Anak Belajar

Masalah demi masalah selalu menghantam keluarga Santi. Ia bahkan terpaksa menggadaikan ponsel yang biasa digunakan anaknya untuk sekolah dalam jaringan (daring).

Ponsel satu-satunya itu ia gadaikan seharga Rp 350.000. Ia terpaksa menggadaikan ponsel tersebut karena sudah bingung dan tak ada yang bisa dimakan.

Sebulan kemudian, guru SDN menanyakan alasan anaknya tidak pernah mengerjakan tugas dari sekolah. Ia merasa malu dan kasihan kepada anaknya karena ponselnya digadaikan.

"Saya sedih dan malu karena HP-nya saya gadaikan dan belum mampu saya tebus," ujar Santi.

Mengadu ke wakil rakyat

Ia pun akhirnya nekat mencari bantuan. Pekan laku, Santi sempat mengunjungi rumah Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Baktiono.

Halaman
1234
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved