Breaking News: Terjadi Tanah Longsor di Jalinsum Desa Kebur Musirawas
Tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan tanah yang berada disisi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum)
TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS - Tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan tanah yang berada disisi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Kebur Kecamatan TP Kepungut Kabupaten Musirawas longsor.
Akibatnya, ruas Jalinsum diwilayah tersebut tertutup material longsoran tanah sehingga membuat kondisi jalan menjadi licin berlumpur.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musirawas, Darsan mengatakan, setelah menerima informasi, pihaknya langsung menerjunkan petugas kelapangan untuk melakukan pembersihan dilokasi jalan yang tertimbun tanah longsor tersebut.
"Setelah mendapat informasi BPBD Musirawas bersama Pol PP Damkar, pihak kecamatan dan personil Polres Musirawas datang kelokasi kejadian langsung melaksanakan assesment dan pembersihan jalan yang terdampak longsor kemarin dengan penyemprotan. Kondisi saat ini, jalan sudah dapat dilalui kembali," kata Darsan, kepada Sripoku.com, Minggu (14/2/2021).
Sementara Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Musirawas Eko Sepriwan menambahkan, longsor yang terjadi di Desa Kebur tersebut berupa material tanah merah yang jatuh ke Jalinsum. Sehingga mengakibatkan jalan menjadi licin. Selanjutnya petugas melakukan pembersihan jalan dengan cara disemprot menggunakan kendaraan water canon dan mobil tangki air. Sehingga jalan kemudian dapat dibersihkan dan dilalui kembali oleh kendaraan dari kedua arah.
"Material tanah yang longsor menimpa jalan dengan ketebalan sekitar 5-10 cm dengan panjang ruas jalan yang tertimpa material tanah merah itu kurang lebih 50 meter, kan itu tebing, tanah jatuh ke jalan, sehingga jalan jadi licin. Kondisi sore kemarin jalan sudah bersih dan sudah bisa dilalui kendaraan," katanya.
Sementara itu, terkait dengan curah hujan yang saat ini cukup tinggi, dia juga mengimbau kepada masyarakat agar waspada banjir dan mengurangi aktifitas di air. Terutama diwilayah yang masuk ketegori rawan banjir atau berada di Daerah Aliran Sungai (DAS).
"Kalau kondisi debit air saat ini masih dibilang normal, tapi sudah masuk level waspada, mengingat cuaca ekstrim beberapa hari terakhir ini. Maka diimbau kepada masyarakat kurangi aktifitas di air, khususnya di kecamatan yang ada DAS," katanya. (ahmad farozi)