Berita PALI
Ikan Pari Hamil Dipotong Warga, Dinas Perikanan PALI Akui Kurang Sosialisasi Hewan Dilindungi
Ikan Pari jumbo di Desa Sedupi Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI. Dinas Perikanan PALI mengakui kurangnya sosialisasi tentang hewan dilindungi.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALI -- Terkait ditemukannya Ikan Pari jumbo di Desa Sedupi Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Dinas Perikanan PALI mengakui kurangnya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.
Kepala Dinas Perikanan PALI Maryono melalui Kepala Seksi Budidaya Perikanan Resti Amalia menuturkan bahwa pihaknya menyayangkan ikan Pari berbobot 150 Kg itu tersangkut di kail pancing warga.
"Masyarakat kurang sosialisasi edukasi terkait hewan langka dan dilindungi. Selain memang sudah tradisi masyarakat Sedupi yang sudah sejak turun temurun," kata Resti dikonfirmasi Sripoku.com, Jumat (12/2/2021).
Baca juga: Ikan Pari Hamil Penghuni Sungai Lematang Dipotong Warga, BKSDA: Sedih, Satu Generasi Ikan Pari Habis
Berdasarkan itu, dalam menjaga kelestarian satwa lingkungan, kekinian pihaknya telah membentuk Pokmaswas (Kelompok Pengawas Masyarakat) untuk perikanan di Desa Pandan Kecamatan Tanah Abang.
Sementara untuk Desa Sedupi, lanjut dia, pihaknya belum membentuk Pokmaswas. Namun demikian, maka kedepannya turut akan diterapkan.
Selain itu, pihaknya juga akan bekerjasama dengan BRPPUPP (Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluh Perikanan) atau Southeast Asian Fisheries Development Centre (SEAFDEC) yang ada di Kota Palembang.
Dengan begitu, adanya kerjasama dengan Lembaga yang membawahi perikanan rawa di perairan umum. Maka perlindungan dan budidaya ikan Pari di Bumi Serepat Serasan bisa dilakukan.
"Masyarakat masih tabu dengan hewan dilindungi. Kedepan sosialisasi, edukasi kita galakkan ke Pokmaswas tiap kecamatan. Bahkan kita adakan larangan mencegah Ilegal Fishing," jelasnya.
Dijelaskan, budidaya ikan Pari di Kabupaten PALI sementara ini belum ada. Sehingga pihaknya belum bisa mendapatkan data dari Sember akurat, terkait populasi ikan Pari diperairan Sungai Lematang.
"Kita akan terus galakkan sosialisasi kepada kelompok masyarakat dan menjaga kawasan perairan. Sehingga bisa dilakukan budidaya," katanya.
Kades Sedupi, Amran membenarkan bahwa ada warga desanya yang dapat ikan Pari berukuran Jumbo saat memasang tajur pancing dipinggiran Sungai Lematang.
Menurutnya, Ikan pari berukuran Jumbo ini kerap didapati warga pada setiap tahunnya seusai musim hujan saat air Sungai Lematang sedang surut.
"Memang ikan Pari dari Sungai Lematang. Setiap tahun pasti ada saja warga yang dapat saat air surut musim penghujan," ujar Amran.
Bahkan, kata dia, pada tahun 2017 warganya ada mendapat Ikan Pari berbobot 200 Kg, lebih besar dari Ikan Pari yang didapati warga, pada Kamis (Kemarin) yang berukuran 150 Kg.
"Hasil pancingan ini tentu dimakan warga. Hasilnya kadang dibagikan, bisa dijual. Yang enak itu dijadikan ikan asin atau Balur," jelasnya.
Baca juga: Geger, Ikan Pari Hamil Seberat 150 Kg Terkena Pancing Warga Desa Sedupi PALI, Daging Dibagi-bagi
Menurutnya, meski sudah terbilang sulit didapat, namun warga Sedupi yang dominan berada di pinggiran Sungai Lematang terus melakukan perburuan ikan guna untuk dijadikan kebutuhan sehari-hari.
"Untuk melakukan budidaya ikan kita belum ada wacana. Tidak sedikit hal yang harus dipersiapkan," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/ikan-pari-raksasa-pali.jpg)