Breaking News:

Berita PALI

Ikan Pari Hamil Dipotong Warga, Dinas Perikanan PALI Akui Kurang Sosialisasi Hewan Dilindungi

Ikan Pari jumbo di Desa Sedupi Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI. Dinas Perikanan PALI mengakui kurangnya sosialisasi tentang hewan dilindungi.

SRIPOKU/REIGAN
Ikan Pari berbobot 150 Kilogram (Kg) ini didapati usai tersangkut di kail tajur pancing warga saat sedang memancing di pinggiran Sungai Lematang, Kamis (11/2/2021) kemarin. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI -- Terkait ditemukannya Ikan Pari jumbo di Desa Sedupi Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Dinas Perikanan PALI mengakui kurangnya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. 

Kepala Dinas Perikanan PALI Maryono melalui Kepala Seksi Budidaya Perikanan Resti Amalia menuturkan bahwa pihaknya menyayangkan ikan Pari berbobot 150 Kg itu tersangkut di kail pancing warga. 

"Masyarakat kurang sosialisasi edukasi terkait hewan langka dan dilindungi. Selain memang sudah tradisi masyarakat Sedupi yang sudah sejak turun temurun," kata Resti dikonfirmasi Sripoku.com, Jumat (12/2/2021).

Baca juga: Ikan Pari Hamil Penghuni Sungai Lematang Dipotong Warga, BKSDA: Sedih, Satu Generasi Ikan Pari Habis

Berdasarkan itu, dalam menjaga kelestarian satwa lingkungan, kekinian pihaknya telah membentuk Pokmaswas (Kelompok Pengawas Masyarakat) untuk perikanan di Desa Pandan Kecamatan Tanah Abang.

Sementara untuk Desa Sedupi, lanjut dia, pihaknya belum membentuk Pokmaswas. Namun demikian, maka kedepannya turut akan diterapkan. 

Selain itu, pihaknya juga akan bekerjasama dengan BRPPUPP (Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluh Perikanan) atau Southeast Asian Fisheries Development Centre (SEAFDEC) yang ada di Kota Palembang. 

Dengan begitu, adanya kerjasama dengan Lembaga yang membawahi perikanan rawa di perairan umum. Maka perlindungan dan budidaya ikan Pari di Bumi Serepat Serasan bisa dilakukan. 

"Masyarakat masih tabu dengan hewan dilindungi. Kedepan sosialisasi, edukasi kita galakkan ke Pokmaswas tiap kecamatan. Bahkan kita adakan larangan mencegah Ilegal Fishing," jelasnya. 

Dijelaskan, budidaya ikan Pari di Kabupaten PALI sementara ini belum ada. Sehingga pihaknya belum bisa mendapatkan data dari Sember akurat, terkait populasi ikan Pari diperairan Sungai Lematang. 

"Kita akan terus galakkan sosialisasi kepada kelompok masyarakat dan menjaga kawasan perairan. Sehingga bisa dilakukan budidaya," katanya. 

Halaman
12
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved