Dampak Pandemi dan Perubahan Perilaku Belanja, Giant Kenten Dipastikan Bakal Tutup

Supermarket Giant Kenten bakal tutup karena manajemen menerapkan transformasi bisnis yang mengharuskan ritel tersebut terpaksa ditutup.

Penulis: Hartati | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/HARTATI
Pengujung antre akan membayar barang belanjaan di kasir di Supermarket Giant Kenten, Palembang.Supermarket itu bakal tutup karena manajemen menerapkan transformasi bisnis 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANGSupermarket Giant Kenten bakal tutup karena manajemen menerapkan transformasi bisnis yang mengharuskan ritel tersebut terpaksa ditutup.

Penutupan supermarket tersebut juga membuat toko mengelar diskon besar-besaran dan semua barang dijual habis.

Promo diskon ini dengan mudah bisa dilihat pengujung saat akan memasuki pintu giant karena dipasang dengan ukuran besar.

Saat pengujung naik dan ke lantai dua Giant akan terlihat pula bank tulisan promo dan diskon.

Di depan pintu masuk Giant juga terpasang papan besar yang bertuliskan semua barang dijual. Ada beberapa barang yang dipajang di papan tersebut mulai dari peralatan membuat kue dan roti berupa oven, mixer, rak dagangan, hingga barang lainnya yang dijual mulai ratusan ribu hingga Rp 10 juta.

Saat masuk ke toko tersebut pengujung akan langsung disambut beragam promo menarik yang ditawarkan mulai 5-50 persen.

Produk elektronik diberikan diskon hingga 40 persen.

Khusus buah dan sayur diberikan diskon 5 persen. Aneka kue dan roti olahan Giant diberikan diskon 10 persen.

Perlengkapan dapur, bahan makanan, hingga produk pembersih diberikan diskon beragam mulai 5-30 persen.

Adanya promo dan diskon ini sukses menarik minat konsumen berkunjung untuk belanja apalagi bertepatan dengan tanggal gajian alias tanggal muda.

Puluhan konsumen terlihat memenuhi supermarket itu dan sibuk memilih barang ke dalam keranjang yang mereka bawa. Di bagian kasir juga terlihat antrean puluhan ibu-ibu yang akan membayar barang belanjaannya.

Sementara itu Head of Corporate & Consumer Affairs PT Hero Supermarket Tbk, Diky Risbianto mengatakan ritel makanan di Indonesia mengalami peningkatan persaingan dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu, kinerja bisnis secara keseluruhan juga sangat terpengaruh oleh pandemi yang sedang berlangsung.

Beragam pembatasan telah mempengaruhi operasional toko serta adanya perubahan perilaku belanja dan pola permintaan produk pelanggan.

Meskipun kami berharap situasi yang menantang ini akan segera teratasi, agar tetap kompetitif kami telah mengembangkan strategi transformasi bisnis jangka panjang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved