Utang dari China
Terjebak Utang China, 8 Negara Ini Terancam Bangkrut! Bagaimana Indonesia?
Espansi bisnis China untuk membangun berbagai infrastruktur di banyak negara di Eropa, Asia dan Afrika, menyebabkan banyak negara terlilit utang
TRIBUNSUMSEL.COM-- Espansi bisnis dan pinjaman uang yang diberikan China untuk membangun berbagai infrastruktur di banyak negara di Eropa, Asia dan Afrika, menyebabkan sejumlah negara terlilit utang yang sangat besar. Bahkan beberapa di antaranya terancam bangkrut, karena diprediksi tak mampu membayar utang negara Tira Bambu itu.
China menggunakan strategi dengan menciptakan Belt and Road Initiative (BRI). BRI dikenal dengan Sabuk dan Jalan China. Proyek akbar ini memungkinkan China mengucurkan dana sangat besar hingga 8 triliun dollar AS.
Menurut Center for Global Development dalam studinya mengevaluasi tingkat hutang dari 68 negara yang menjadi tuan rumah proyek BRI China. Mengejutkan, ternyata ada 23 negara yang berisiko kesulitan utang saat ini.
Bahkan 8 negara di antaranya sangat mengkhawatirkan dan terancam bangkrut. Mengapa? Karena 8 negara ini, berisiko tinggi karena memiliki proporsi utang luar negeri cukup tinggi pada China dan Bank di China. Jika negara tersebt tidak bisa mencari solusi, bakal terjerumus dalam jebakan utang China.
• Tol Indralaya-Prabumulih Dikebut, Underpass Indralaya Segera Dibangun, Jalinsum Berada di Atas Tol
Ada 8 negara tersebut seperti dikutip dari The Print.
1. Pakistan
Negara bertetangga dengan India ini negara terbesar yang berisiko tinggi. Negara memproyeksikan tambahan utang sekitar 62 miliar dollar AS, dilaporkan utang China 80 persen dari itu.
Ditambah proyek-proyek BRI yang besar dan suku bunga relatif tinggi yang dikenakan China menambah risiko kesulitan utang Pakistan.
2. Djibouti
Menurut IMF terbaru, negara kecil di Afrika ini memiliki risiko terjebak utang China.
Dalam dua tahun, utang luar negeri publik meningkat dari 50 menjadi 85 persen dari PDB, yang tertinggi di antara negara berpenghasilan rendah.
Sebagian besar utang terdiri dari utang perusahaan publik yang dijamin pemerintah dan berhutang kepada China Exim Bank.
3. Maladewa
Cina sangat terlibat dalam tiga proyek investasi paling menonjol di Maladewa. Seperti peningkatan bandara internasional yang menelan biaya sekitar 830 juta dollar AS.
Pengembangan pusat populasi baru dan jembatan dekat bandara yang menelan biaya sekitar 400 juta dollar AS, dan relokasi bandara pelabuhan utama (tanpa perkiraan biaya).
Negara pulau yang dikenal dengan keindahan alamnya ini dianggap oleh Bank Dunia dan IMF berisiko tinggi mengalami kesulitan utang, dan kini sedang dilanda gejolak politik dalam negeri.
• Tilang Elektronik di Sumsel Berlaku April 2021, Ini Fokus Deteksi Pelanggaran, Motor dan Mobil
4. Laos
Ini salah satu negara termiskin di Asia Tenggara, memiliki beberapa proyek terkait BRI.
Proyek terbesarnya kereta api China-Laos senilai 6,7 miliar dollar AS, yang mewakili hampir setengah dari PDB negara itu.
IMF memperingatkan bahwa proyek tersebut mungkin mengancam kemampuan negara untuk membayar utangnya.
5. Mongolia
Kemakmuran ekonomi Mongolia di masa depan bergantung pada investasi infrastruktur yang besar. Menyadari situasi sulit di Mongolia, Bank Exim China setuju pada awal 2017 untuk memberikan pembiayaan di bawah jalur kredit senilai 1 miliar dollar AS dengan tarif lunak untuk proyek pembangkit listrik tenaga air dan proyek jalan raya.
Jika laporan tambahan kredit sebesar 30 miliar dollar untuk proyek-proyek terkait BRI selama lima sampai sepuluh tahun ke depan benar, maka prospek gagal bayar di Mongolia sangat tinggi, terlepas dari sifat lunak pembiayaannya.
6. Montenegro
Bank Dunia memperkirakan bahwa utang publik sebagai bagian dari PDB akan naik hingga 83 persen pada 2018.
Sumber masalahnya adalah satu proyek infrastruktur yang sangat besar, jalan raya menghubungkan pelabuhan Bar dengan Serbia yang berintegrasi dengan jaringan transportasi Montenegro dengan negara-negara Baltik lainnya.
Otoritas Montenegro membuat perjanjian dengan China Exim Bank pada tahun 2014 untuk membiayai 85 persen dari perkiraan biaya 1 miliar dollar AS.
Untuk tahap pertama proyek, dengan tahap kedua dan ketiga kemungkinan besar akan menyebabkan default jika pembiayaan tidak diberikan dengan persyaratan yang sangat lunak.
• Termasuk Indonesia, Daftar 20 Negara yang Dilarang Masuk Sementara ke Arab Saudi Mulai Hari Ini
7. Tajikistan
Salah satu negara termiskin di Asia, Tajikistan telah dinilai oleh IMF dan Bank Dunia berada pada "risiko tinggi" dari kesulitan utang.
Meski begitu, negara berencana menambah utang luar negeri untuk membiayai investasi infrastruktur di sektor kelistrikan dan transportasi.
Utang ke Cina, ialah kreditor tunggal terbesar Tajikistan, menyumbang hampir 80 persen dari total peningkatan hutang luar negeri Tajikistan selama periode 2007-2016.
8. Kyrgyzstan
Kyrgyzstan adalah negara yang relatif miskin dengan proyek infrastruktur terkait BRI yang signifikan, sebagian besar dibiayai oleh utang luar negeri.
Bank Exim China adalah kreditor tunggal terbesar, dengan pinjaman yang dilaporkan pada akhir 2016 berjumlah 1,5 miliar dollar AS, atau sekitar 40 persen dari total utang luar negeri negara.
Meskipun saat ini dianggap memiliki risiko kesulitan utang yang 'sedang', Kyrgyzstan tetap dianggap rentan.
• Dipukul Pandemi, Giant Ekstra Kenten Palembang Akan Tutup, Ada Diskon Hingga 50 Persen
Bagaimana dengan Indonesia?
Berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$ 408,5 miliar atau setara dengan Rp 5.775,78 triliun dengan kurs saat ini (asumsi US$ 1=Rp 14.139 seperti kurs tengah BI tertanggal 16 November 2020).
ULN tersebut terdiri dari utang sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) sebesar US$ 200,2 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar US$ 208,4 miliar.
Lebih dari 50% ULN Indonesia dari negara kreditur. Pada kuartal ketiga 2020, Singapura menjadi negara kreditur terbesar dengan total pinjaman US$ 69,1 miliar atau setara dengan Rp 977 triliun.
Posisi kedua Amerika Serikat (AS) yang menjadi kiblat kapitalisme global. Total ULN RI mencapai US$ 29,3 miliar atau setara Rp 414,2 triliun per September 2020.
Kemudian peringkat ketiga Jepang. ULN RI kepada negeri Sakura mencapai US$ 28,7 miliar (Rp 405,8 triliun). Peringkat keempat China yang memberi utang sebesar US$ 20,1 miliar (Rp 284,2 triliun).
===
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Daftar Negara Terlilit Utang dengan China Diprediksi Bangkrut, Mulai dari Pakistan Hingga Kyrgyzstan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/ilustrasi-china.jpg)