Utang dari China

Terjebak Utang China, 8 Negara Ini Terancam Bangkrut! Bagaimana Indonesia?

Espansi bisnis China untuk membangun berbagai infrastruktur di banyak negara di Eropa, Asia dan Afrika, menyebabkan banyak negara terlilit utang

Editor: Hanafijal
(Twitter @USArmsControl)
ILUSTRASI. Foto ini diunggah oleh Negosiator AS, Marshall Billingslea di akun Twitternya. Bendera China di meja rapat perundingan START pada Senin (22/6/2020) di Vienna, Austria. Perundingan START merupakan perjanjian antara AS-Rusia. AS bersikeras agar China ikut serta. Namun sampai menjelang rapat berlangsung, pihak China tidak hadir. 

6. Montenegro
Bank Dunia memperkirakan bahwa utang publik sebagai bagian dari PDB akan naik hingga 83 persen pada 2018.

Sumber masalahnya adalah satu proyek infrastruktur yang sangat besar, jalan raya menghubungkan pelabuhan Bar dengan Serbia yang berintegrasi dengan jaringan transportasi Montenegro dengan negara-negara Baltik lainnya.

Otoritas Montenegro membuat perjanjian dengan China Exim Bank pada tahun 2014 untuk membiayai 85 persen dari perkiraan biaya 1 miliar dollar AS.

Untuk tahap pertama proyek, dengan tahap kedua dan ketiga kemungkinan besar akan menyebabkan default jika pembiayaan tidak diberikan dengan persyaratan yang sangat lunak.

Termasuk Indonesia, Daftar 20 Negara yang Dilarang Masuk Sementara ke Arab Saudi Mulai Hari Ini

7. Tajikistan
Salah satu negara termiskin di Asia, Tajikistan telah dinilai oleh IMF dan Bank Dunia berada pada "risiko tinggi" dari kesulitan utang.

Meski begitu, negara berencana menambah utang luar negeri untuk membiayai investasi infrastruktur di sektor kelistrikan dan transportasi.

Utang ke Cina, ialah kreditor tunggal terbesar Tajikistan, menyumbang hampir 80 persen dari total peningkatan hutang luar negeri Tajikistan selama periode 2007-2016.

8. Kyrgyzstan

Kyrgyzstan adalah negara yang relatif miskin dengan proyek infrastruktur terkait BRI yang signifikan, sebagian besar dibiayai oleh utang luar negeri.

Bank Exim China adalah kreditor tunggal terbesar, dengan pinjaman yang dilaporkan pada akhir 2016 berjumlah 1,5 miliar dollar AS, atau sekitar 40 persen dari total utang luar negeri negara.

Meskipun saat ini dianggap memiliki risiko kesulitan utang yang 'sedang', Kyrgyzstan tetap dianggap rentan.

Dipukul Pandemi, Giant Ekstra Kenten Palembang Akan Tutup, Ada Diskon Hingga 50 Persen

Bagaimana dengan Indonesia?

Berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$ 408,5 miliar atau setara dengan Rp 5.775,78 triliun dengan kurs saat ini (asumsi US$ 1=Rp 14.139 seperti kurs tengah BI tertanggal 16 November 2020).

ULN tersebut terdiri dari utang sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) sebesar US$ 200,2 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar US$ 208,4 miliar.

Lebih dari 50% ULN Indonesia dari negara kreditur. Pada kuartal ketiga 2020, Singapura menjadi negara kreditur terbesar dengan total pinjaman US$ 69,1 miliar atau setara dengan Rp 977 triliun.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved