Pihak Grab Angkat Bicara Soal Oknum Ojek Online Tipu-tipu Kena Order Fiktif
Manajemen Grab menerima laporan dari mitra merchant mereka Pempek Cek Tasya, mengenai keluhan sejumlah pelanggan tentang oknum yang menyalahgunakan
Penulis: Hartati | Editor: Prawira Maulana
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Manajemen Grab menerima laporan dari mitra merchant mereka Pempek Cek Tasya, mengenai keluhan sejumlah pelanggan tentang oknum yang menyalahgunakan atribut Grab untuk mendapatkan keuntungan dengan dalih order fiktif.
Oknum tersebut menggunakan atribut jaket Grab dan menjual pempek dengan mengatasnamakan Pempek Cek Tasya.
Setelah menelusuri informasi yang diterima, pihak Grab mendapati bahwa mitra pengemudi yang dimaksud sudah tidak aktif sebagai mitra sejak 25 Desember 2019 lalu.
Grab akan terus melakukan pencarian oknum ini untuk mengambil langkah tegas yang diperlukan guna menghindari insiden yang sama terjadi kembali pada kemudian hari.
• Heboh Ojek Online Palembang Playing Victim Memelas Dapat Order Fiktif, Ini Testimoni Para Korban
"Kami juga telah melakukan klarifikasi dan berkoordinasi dengan pihak mitra merchant sehubungan dengan insiden ini," ujar manajemen Grab, Kamis (21/1/2021).
Bersama ini kami juga mengajak masyarakat yang memiliki informasi terkait hal ini untuk menyampaikannya kepada pihak Grab dengan menyertakan nomor polisi kendaraan oknum tersebut.
Kami juga mengimbau para pelanggan untuk lebih berhati-hati dengan adanya laporan terkait insiden ini dan selalu mengecek detail pesanan dan informasi mengenai mitra pengemudi di aplikasi jika menerima pengantaran makanan yang tidak sesuai atau dirasa meragukan.
Grab senantiasa berupaya menjaga kualitas layanan dan terus meningkatkan aspek kepercayaan dan keamanan terkait dengan hubungan kami dengan para pengguna
layanan GrabFood, baik mitra pengemudi, mitra merchant maupun pelanggan
secara menyeluruh mulai dari operasional, pengembangan usaha, hingga dukungan teknologi.
Apabila masyarakat di Palembang menerima peredaran informasi terkait layanan Grab, kami sarankan untuk selalu mengecek kebenaran informasi tersebut sebelum meneruskannya ke pihak lain dengan meneruskan ke tim Customer Experience kami untuk segera ditindaklanjuti.
Sebelumnya diberitakan,
Beberapa hari terakhir tersebar di akun media sosial khususnya intagram Palembang tentang aksi seorang driver ojek online yang menjalankan aksi tipu-tipu.
Modusnya playing victim atau berpura-pura jadi korban order fiktif lalu merayu orang agar merasa iba dan membeli dagangannya. Banyak korban yang ramai-ramai memposting perkara ini di medsos.
Misalnya Irmayasari. Irmayasari saat dihubungi Tribun melalui pesan Instagram mengaku juga tertipu oleh oknum pengendara ojek online tersebut yang menjual pempek dengan harga Rp 108 ribu kepadanya.
"Iya mba, kami jadi korban itu tepatnya, Senin (18/1/2021) lalu sekitar pukul 20.00. Kami kasihan jadi kami beli pempek yang dia bawa seharga Rp 108 ribu tapi di nota tertulis harga Rp 120 ribu. Terus pempek itu katanya pempek Cek Tasya tapi pas kami makan rasanya kok beda," beber Irma.
Irma melanjutkan pria berseragam ojek online ini sempat bolak-balik di depan rumahnya, di Jalan Ariodillah, saat ditanya cari siapa, pria tersebut mencari orang bernama Indri.