Heboh Ojek Online Palembang Playing Victim Memelas Dapat Order Fiktif, Ini Testimoni Para Korban
Beberapa hari terakhir tersebar di akun media sosial khususnya intagram Palembang tentang aksi seorang driver ojek online yang menjalankan aksi tipu-t
Penulis: Melisa Wulandari | Editor: Prawira Maulana
Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Melisa Wulandari
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Beberapa hari terakhir tersebar di akun media sosial khususnya intagram Palembang tentang aksi seorang driver ojek online yang menjalankan aksi tipu-tipu.
Modusnya playing victim atau berpura-pura jadi korban order fiktif lalu merayu orang agar merasa iba dan membeli dagangannya. Banyak korban yang ramai-ramai memposting perkara ini di medsos.
Misalnya Irmayasari. Irmayasari saat dihubungi Tribun melalui pesan Instagram mengaku juga tertipu oleh oknum pengendara ojek online tersebut yang menjual pempek dengan harga Rp 108 ribu kepadanya.
"Iya mba, kami jadi korban itu tepatnya, Senin (18/1/2021) lalu sekitar pukul 20.00. Kami kasihan jadi kami beli pempek yang dia bawa seharga Rp 108 ribu tapi di nota tertulis harga Rp 120 ribu. Terus pempek itu katanya pempek Cek Tasya tapi pas kami makan rasanya kok beda," beber Irma.
Irma melanjutkan pria berseragam ojek online ini sempat bolak-balik di depan rumahnya, di Jalan Ariodillah, saat ditanya cari siapa, pria tersebut mencari orang bernama Indri.
"Mas itu awalnya kular kilir di depan rumah kami, terus dia nanya kami ada namanya Indri gak. Adik saya bilang gak ada nama Indri di daerah sini terus katanya dia dapat orderan tapi no hp Indri itu gak aktif lagi. Kami tanya orderan apa. Katanya pempek Cek Tasya tapi sambil melas gitu mba dia," jelas Irma.
Karena kasihan Irma dan adiknya membeli pempek tersebut. "Kata dia harganya Rp 108 ribu, tapi kami kasih Rp 110 ribu. Niat kami cuma mau nolong mas itu mba. Terus mas itu sempat bilang, yang order pempek itu kejam," katanya.
"Katanya dia, uang untuk beli pempek itu untuk beli beras. Istri dia katanya udah nunggu di rumah. Setelah panjang lebar cerita sama mas itu, kami buka lah pempeknya ternyata bukan pempek Cek Tasya," ujarnya.
Pempek yang dibeli oleh Irma dari oknum pengendara ojek online tersebut berisi sekitar 25 pempek termasuk di dalamnya 1 pempek Kapal Selam.
"Mana cukanya dikit banget mba terus pempeknya agak bau. Kalau pempek Cek Tasya kan gak ada bau, dan kami sempat foto plat motornya, dia naik motor matic mba," tutup Irma.
Tidak hanya Irma dan adiknya yang tertipu namun pantauan Tribun terlihat di Instagram @palembang_bedesau banyak netizen yang resah dengan kelakuan oknum pengendara ojek online ini karena ternyata tak hanya satu orang saja yang ditipu tapi sudah banyak orang yang tertipu.
"Hebat banget bapak itu, aktingnya keren sampai pura-pura sedih katanya dapat orderan fiktif. Saya dan teman-teman patungan buat bantu bapak itu karena kasihan eh ternyata nipu," celetuk Mulya Amin mengomentari postingan dari akun Instagram @palembang_bedesau.
Ade Putri Sari pun sama seperti Irma dan Mulya, saat dihubungi Tribun, ia mengatakan ditipu pria berseragam ojol tersebut pada tahun lalu namun tidak ingat tepatnya bulan berapa.
"Udah lama banget mba, lupa bulan berapa pokoknya tahun 2020. Mas itu mondar mandir di depan kantor saya yang dulu di seberang SMK Sumsel. Habis mondar mandir, dia manggil manggil saya," ujar perempuan berhijab ini.