Breaking News:

Walau Pandemi, Peserta BPJS Ketenagakerjaan Tetap Peroleh Imbal Hasil Diatas Deposito

BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) mencatatkan hasil positif pada kinerja institusi sepanjang tahun 2020 penerimaan Iuran sebesar Rp73,31 triliun

Istimewa
BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) tetap mencatatkan hasil positif pada kinerja institusi sepanjang tahun 2020 tersebut, dimana penerimaan iuran (unaudited) BPJAMSOSTEK tahun 2020 tercacat berhasil dibukukan sebesar Rp73,31 triliun,Selasa,(21/1/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM,MUARAENIM- Meskipun ditengah pandemi covid 19

BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) tetap mencatatkan hasil positif pada kinerja institusi sepanjang tahun 2020, dimana penerimaan iuran (unaudited) BPJAMSOSTEK tahun 2020 tercacat berhasil dibukukan sebesar Rp73,31 triliun,Selasa,(21/1/2020).

Hal ini diungkapkan langsung oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto bahwa walaupun terdapat implementasi PP 49 Tahun 2020 tentang relaksasi iuran Program JKK, namun penerimaan iuran sebesar Rp 73,31 Triliun.

" JK sebesar 99% dan penangguhan Program JP sebesar 99%. Iuran tersebut ditambah pengelolaan investasi berkontribusi pada peningkatan dana kelolaan mencapai Rp486,38 triliun pada akhir Desember 2020,

BPJAMSOSTEK juga mencatatkan hasil investasi sebesar Rp32,30 triliun, dengan Yield on Investment (YOI) yang didapat sebesar 7,38%. Dana dan hasil Investasi tersebut mengalami pertumbuhan masing masing sebesar 12,59% dan 10,85% dibandingkan tahun akhir 2019,"katanya.

Ia juga mengatakan investasi BPJAMSOSTEK dilaksanakan berdasarkan PP No. 99 tahun 2013 dan PP No. 55 tahun 2015, yang mengatur jenis instrumen-instrumen investasi yang diperbolehkan berikut dengan batasan-batasannya.

" Ada juga Peraturan OJK No. 1 tahun 2016 yang juga mengharuskan penempatan pada Surat Berharga Negara sebesar minimal 50%.Untuk alokasi dana investasi, BPJAMSOSTEK menempatkan sebesar 64% pada surat utang, 17% saham, 10% deposito, 8% reksadana, dan investasi langsung sebesar 1%", tuturnya.

Selama masa pandemi, lanjutnya pengelolaan dana investasi mendapatkan tantangan yang cukup berat, mengingat dampak pandemi Covid-19 dirasakan oleh seluruh bidang usaha di dalam negeri. 

" Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pada awal tahun 2020 dibuka melemah, bahkan sempat terseok ke level 3900-an pasca ditetapkannya Covid-19 sebagai pandemi global.

Kondisi pandemi termasuk pasar investasi global dan regional tentunya memiliki pengaruh pada hasil investasi yang diraih oleh industri jasa keuangan pada tahun 2020.

Halaman
1234
Penulis: Ika Anggraeni
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved