Berita Ogan Ilir
Kecelakaan di Jalinsum Palembang-Indralaya, Sopir Ngantuk, Truk Tangki Muatan CPO Nyungsep ke Rawa
Saat melintasi jalinsum tepatnya di Desa Arisan Jaya, Kecamatan Pemulutan, Ogan Ilir, truk tiba-tiba meluncur ke rawa di sisi jalan arus berlawanan.
Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Kecelakaan di Jalinsum Palembang-Indralaya, sopir ngantuk, truk tangki muatan CPO nyungsep ke rawa.
Sebuah truk tangki muatan cude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah, terjerumus ke rawa di sisi jalan lintas Sumatera (jalinsum) ruas Palembang-Indralaya.
Menurut keterangan saksi mata, kecelakaan lalu lintas tunggal ini terjadi pada Minggu (3/1/2021) lalu sekitar pukul 04.30.
"Kejadiannya (kecelakaan tunggal) kemarin pagi," kata Alin, seorang saksi mata, Senin (4/1/2021).
Menurut Alin, truk dengan pelat nomor BH 8292 GU muatan minyak sawit seberat 18 ribu liter itu melaju dari arah Indralaya menuju Palembang.
Saat melintasi jalinsum tepatnya di Desa Arisan Jaya, Kecamatan Pemulutan, Ogan Ilir, truk tiba-tiba meluncur ke rawa di sisi jalan arus berlawanan.
"Kata sopirnya, dia ngantuk dan tiba-tiba langsung masuk rawa," ujar Alin.
Menurut pemuda warga Desa Arisan Jaya ini, sopir truk tak mengalami luka.
"Sopir truknya langsung pergi ke Palembang. Katanya mau minta bantuan teman-temannya. Saya dan teman-teman saya diminta menjaga truk ini sampai bantuan datang," kata Alin.
Truk Tabrak Rumah di Pulau Semambu
Kecelakaan lalu lintas disebabkan sopir mengantuk juga terjadi di wilayah Ogan Ilir, Senin (28/12/2020) lalu.
Nasib tak beruntung dialami Untung (54 tahun), seorang warga Desa Pulau Semambu, Indralaya Utara, Ogan Ilir.
Ia beserta istri dan ketiga anaknya untuk sementara terpaksa mengungsi ke rumah kerabat karena rumah mereka rusak berat setelah ditabrak truk.
Menurut Untung, kecelakaan terjadi pada Senin (28/12/2020) pagi pukul 04.30.
"Pas mau azan Subuh kejadiannya," kata Untung, pemilik rumah saat ditemui di tempat kejadian perkara (TKP).
Ia dan ketiga orang anggota keluarganya tiba-tiba terbangun dan merasakan rumah berguncang dahsyat.
"Saya kira gempa, karena guncangannya itu," ujar Untung.
Seketika empat orang anggota keluarga ini meyelamatkan diri.
Saat melihat keluar rumah, Untung mengaku kaget melihat truk tangki terbalik di sisi rumahnya.
"Berarti truk tangki ini yang nabrak dinding kamar rumah kami. Beruntung kami semua tidak apa-apa," ujar Untung.
"Seandainya truk menabrak dinding depan kamar kami, entah bagaimana nasib kami yang sedang tidur berempat," ujarnya lagi.
Karena kecelakaan ini, rumah semi permanen terbuat dari kayu tersebut sebagian hancur dan ambruk.
Untuk sementara, Untung mengaku terpaksa menumpang di rumah kerabat terdekat.
"Terpaksa numpang dulu untuk sementara," kata Untung yang mengaku sudah 30 tahun tinggal di rumah itu.
Selain tempat tinggalnya rusak berat, Untung juga mengaku sebagian tanaman hias yang dijualnya rusak-rusak.
Bukan sembarangan tanaman hias, Untung mengaku beberapa batang tanaman Bonsai senilai jutaan rupiah musnah dilindas truk.
"Banyak tanaman Bonsai yang kena (tabrak). Seperti Bonsai Serpang ini ada 6 batang hancur, rugi Rp 5 jutaan," ungkap Untung.
Tak hanya Bonsai jenis Serpang yang hancur, lanjut Untung, beberapa jenis Bonsai lainnya juga hancur.
"Ada juga Bonsai palem, keladi juga. Kalau ditotal rugi hampir Rp 10 juta," kata dia.
Sementara petugas kepolisian yang datang ke TKP disibukkan untuk mengatur arus lalu lintas Palembang menuju Indralaya maupun sebaliknya, agar tidak macet.
Kasatlantas Polres Ogan Ilir, AKP Sutrisman menerangkan, kecelakaan diduga akibat sopir truk bermuatan minyak sawit mengantuk saat mengemudi.
Sopir truk diketahui bernama Putra (24 tahun) mengendarai truk tangki Fuso dengan pelat nomor BE 9759 CR, mengangkut minyak sawit seberat 18 ribu liter.
"Truk datang dari arah Indralaya menuju Palembang. Saat melintas di TKP, sopir diduga mengantuk. Kemudian roda kiri depan mobil jatuh ke tepi jalan, sopir banting setir namun tidak berhasil sehingga menabrak rumah warga," jelas Sutrisman.
Polisi kini masih memeriksa sopir tersebut sedang mengupayakan untuk mengevakuasi truk.
"Alhamdulilah tidak ada korban jiwa baik dari pemilik rumah maupun sopir yang mengemudi sendirian itu," kata Sutrisman.