Ini Kisah Cinta Pria Menikahi 2 Wanita di Muba, Anggun Rela Berbagi Suami Tiap 2 Hari
Pengantin wanita yang baru berusia 18 tahun ini menjelaskan, semua ini sudah jalan takdirnya menikah bersama madunya dalam acara resepsi yang sama
TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU-Acara pernikahan di Desa Talang Piase, Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumsel, Sabtu (25/12/2020), viral di media sosial Facebook dan Instagram.
Gara-garanya, sosok pria itu naik pelaminan bersama dua wanita.
Pernikahan seorang pria dengan dua wanita ini membuat heboh warganet.
Pria itu diketahui bernama Sunan, sedangkan dua istrinya bernama Anggun Andini dan Vopi Anggraini.
Video berdurasi 30 detik dan 7 detik pernikahan ini menyebar dengan cepat.
Suasana ceria tampak terlihat saat sang pengantin wanita bernyanyi diiringi lagu orgen tunggal.
Bahkan dengan antusias ketiganya menyalami para tamu yang memberikan ucapan selamat.
Baca juga: Ekspresi Manyun Via Vallen Jadi Sorotan Saat sang Adik Dilamar Kekasih, Lakukan Ritual Cepat Nyusul
Wartawan Tribun Sumsel-Sriwijaya Post berkesempatan mewawancarai langsung seorang pengantin wanita bernama Anggun.
Saat dijumpai di rumahnya, wanita yang baru berusia 18 tahun ini menjelaskan, semua ini sudah jalan takdirnya menikah bersama madunya dalam acara resepsi yang sama.
"Saya sudah 3 bulan pacaran dengan Sunan, dan kenalnya lewat Whatsapp. Pertemuan pertama kami saat Suan datang ke rumah ngajak jalan," ujarnya.
Di mata Anggun, Sunan merupakan sosok pria baik dan perhatian.
Bahkan Anggun mengakui jika dia sudah tahu Sunan punya pacar yaitu Vopi.
Namun keinginan menikah dengan lelaki yang dicintainya itu juga sangat besar.
"Awalnya saat mengabari orangtua kami mau menikah, orangtua saya terkejut dan sempat dilarang. Tapi saya tetap mau menikah," ujarnya.
Ia mengaku selama ini belum pernah bertemu dengan Vopi.
Baru mengetahui saat akan menikah.
Namun karena besarnya rasa cinta Anggun terhadap kekasihnya, Sunan, pernikahan pun tak dapat diurungkan lagi.
Ia rela berbagi suami dengan Vopi.
Saat ini ia harus membagi jadwal bersama madunya, dan sesuai kesepakatan setiap dua hari bergantian.
"Sekarang tinggal terpisah dengannya (Vopi). Dan memang tidak ada niat mau tinggal seatap," ungkapnya.

Tak Tercatat di KUA
Terkait pernikahan satu pria dengan dua wanita sekaligus di desa Talang Piase, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan Lawang Wetan Muba Mustar Lutfi membenarkan, adanya pernikahan seorang pria dengan dua wanita sekaligus.
Dirinya juga baru sebatas mengkonfirmasi via telepon dengan Sekretaris Desa (Sekdes).
"Kalau info dari Sekdes, prianya dari dari daerah kita (Lawang Wetan) dan wanitanya dari Sungai Keruh. Saya juga tahu dari media sosial, dan langsung menelpon Sekdes di sana," ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon.
Kendati demikian, dirinya mengaku pernikahan tersebut tidak tercatat di KUA Lawang Wetan.
"Sepengetahuan saya tidak ada catatan pernikahan viral tersebut. Mungkin tercatat di KUA Sungai Keruh," terangnya.
Terkait pernikahan 1 pria dengan dua wanita sekaligus ini, menurutnya dalam sisi agama sah-sah saja asalkan memenuhi syarat yang ditentukan agama.
"Namun secara negara, harus melalui beberapa tahapan dahulu. Salah satunya izin dari istri pertama. Jadi tidak boleh langsung," ungkapnya.
Baca juga: Video Sambil Menangis Ibu & Dua Anaknya Jalan Kaki di TOL Trans Sumatera saat Hujan
Senada yang diungkapkan kepala KUA kecamatan Sungai Keruh, Sidik Nurdiansyah.
Dirinya mengaku tidak ada catatan atas pernikahan dari video viral yang menikahi dua wanita sekaligus.
Artinya, ketiganya bisa jadi melakukan pernikahan bawah tangan.
"Kalaupun harus menikah dua kali, maka harus ada izin dari istri pertama," jelasnya.
Serupa yang diungkapkan Camat Lawang Wetan, Candra. Dirinya membenarkan prihal pernikahan tersebut.
"Kades sudah berkoordinasi dengan saya tentang pernikahan tersebut. Dan memang benar ada dua pengantin wanitanya," ungkapnya.
Sementara itu, Piran, paman seorang mempelai perempuan mengungkapkan bahwa akad kedua mempelai telah dilaksanakan sekitar bulan September dan Oktober pada dua tempat berbeda.
Pernikahan tersebut dilaksanakan ketiganya atas saling mencintai tidak ada alasan lain.
“Mereka sudah saling mencintai, kita selaku paman hanya bisa merestui mereka. Masalah ke depannya nanti tinggal mereka yang menjalani, akad nikah mereka sudah dilaksanakan pada September dan Oktober lalu,” ungkapnya. (SP/ Fajeri)