Berita Kriminal Palembang
Pelajar SMP Ditodong di Kampung Kapitan, HP Dirampas, Punggung Kiri Ditusuk Pisau
Pelajar SMP di Kota Palembang ditodong seorang laki-laki bersenjata tajam jenis pisau. Korban mengalami luka tusuk di punggung kiri.
Penulis: Pahmi Ramadan | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Hendak pergi ke rumah nenek untuk berkumpul dengan keluarga, seorang pelajar SMP di Kota Palembang bernama Muhammad Rizky (15) ditodong seorang laki-laki bersenjata tajam jenis pisau.
Akibatnya korban mengalami luka tusuk d ibagian punggung belakang sebelah kiri.
Penodongan tersebut terjadi di Kampung Kapitan, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang, Sabtu (26/12/2020) sekira pukul 12.30 WIB.
Rizky mengatakan, pada saat kejadian ia tengah berjalan kaki menuju rumah neneknya dikarenakan lokasi rumahnya tidak berjauhan.
Kemudian ia dicegat seorang laki-laki.
"Laki-laki itu meminta uang Rp 2.000 kepada saya namun saya katakan tidak ada," ujar Rizki warga Lorong Binjai, Kelurahan 4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang," Sabtu (26/12/2020).
Lalu setelah itu pelaku, merogoh saku celana sebelah kanan korban dan mengambil handphone korban.
"Saya berteriak meminta tolong," katanya.
Saat korban meminta tolong pelaku langsung menusukan sajamnya ke punggung korban.
"Berkali-kali dia tusuk saya, kurang lebih lima kali," bebernya.
Kemudian ada seorang nenek yang dari kejauhan melihat dan meneriaki pelaku agar jangan menggagu korban.
"Pelaku melarikan diri," jelasnya.
Korban kemudian dilarikan ke RS Bari Palembang untuk mendapatkan pertolongan.
Informasi yang dihimpun pelaku diduga merupakan warga sekitar.
"Info yang saya dapatkan pelaku merupakan warga disana dan diduga berinisial TG. Pelaku memiliki ciri-ciri hidung mancung, putih dan tinggi," katanya.
Atas kejadian tersebut M Riduan (26), bersama Rizky melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang.
"Saya harap pelaku tertangkap dan dapat bertanggung jawab," tutupnya.
Sementara itu Kasubag Humas Polrestabes Palembang Akp Irene membenarkan adanya laporan curas yang dialami korban.
"Laporan korban sudah diterima anggota piket SPKT kita, selanjutnya laporan korban akan ditindak lanjuti unit Resktim Polrestabes Palembang," tutupnya.