Berita Muara Enim
Pengakuan Sumadi Divonis Bebas, Saya Tidak Tahu Apa-apa Kasus Pembunuhan Tukang Ojek
Sumadi (64 tahun) warga Talang Jawa Kelurahan Pasar Tanjung Enim divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Muaraenim
Penulis: Ika Anggraeni | Editor: Wawan Perdana
TRIBUNSUMSEL.COM,MUARAENIM-Sumadi (64 tahun) warga Talang Jawa Kelurahan Pasar Tanjung Enim divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Muaraenim.
Ia sebelumnya didakwa membunuh Ahmad Sukri, seorang tukang ojek di Muara Enim.
Kepada tribunsumsel.com, Kamis (26/11/2020), Sumadi mengaku masih tak percaya bahwa ia bisa menghirup udara bebas setelah dituntut hukuman 12 tahun penjara.
"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih sekali kepada Majelis Hakim PN Muaraenim dan juga kepada lembaga bantuan hukum ICMI Peduli yang sudah banyak membantu saya berjuang mendampingi saya dalam menghadapi kasus ini,"
"Sehingga saya bisa bebas dan pulang ke rumah.Saya tidak menyangka akhirnya saya bisa kembali berkumpul dengan keluarga, rencananya saya mau ngadakan pengajian, baca yasin sebagai bentuk ungkapan syukur saya pada allah SWT atas vonis bebas yang saya dapat," kata Sumadi.
Sumadi sejak awal tidak terima disangkakan sebagai pembunuh Ahmad Sukri.
Ia mengaku tidak tahu apa-apa soal kasus itu.
"Tahunya saya dapat tuduhan tersebut saat saya di kantor polisi, saya diberi tahu oleh polisi, namun berkali-kali saya bantah, bahwa saya tidak tau apa-apa,dan saya tidak membunuh, dengan korbanpun saya tidak kenal," ungkapnya.
Ia menceritakan, malam pada saat kejadian tewasnya Ahmad Sukri, ia pergi pasar baru.
Sumadi ngobrol bersama temannya tentang tarikan mobil.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir tembak ini pamit saat malam semakin larut.
Karena tidak ada ojek di pasar baru, Sumadi berjalan kaki untuk mencari ojek.
"Nah sampai dipangkalan ojek, disana saya bertemu korban, saya tidak kenal korban, saat saya bilang saya nyari ojek, korban langsung menyalakan lampu motor, biasanya kan tandanya itu giliran dia narik penumpang, karena dipangkalan ojekan biasanya yang narik penumpang itu giliran,"
"Saat dia nyalakan lampu motornya dan kendaraannya saya langsung naik saja," ungkapnya.
Sumadi saat itu minta antar pulang ke Talang Jawa.