Berita Muara Enim

Ini Kisah Valintino, Cita-cita Menjadi Tentara tak Luntur Meski Keterbatasan Fisik Akibat Kecelakaan

Putra kesayangannya bertanya apakah ia masih bisa menggapai mimpinya sebagai tentara dengan kondisi fisik yang terbatas tersebut

Editor: Wawan Perdana
Istimewa
Peristiwa kecelakaan sekitar tiga bulan lalu mengubah nasib Valintino Deta Pratama (7 tahun), warga Desa Tanjung Raja, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumsel. 

"Kursi roda menjadi permasalahan saat ini, dengan penghasilan seadanya, kami tidak mampu membeli kursi roda," tuturnya.

Karena memang dibutuhkan, sambung Desi, iapun meminjam kursi roda milik tetangga yang berkondisi fisik tak jauh beda.

Tetapi jika si tetangga sedang membutuhkan terpaksa mobilitas Valintino mengandalkan bantuan kerabat dan keluarga yang ada di sekitarnya.

Bahkan untuk sekadar pindah tempat duduk kesulitan.

Kadang-kadang kawan-kawannya berkunjung untuk membantu sekaligus menghiburnya sambil menghabiskan waktu sehari-hari dengan belajar secara daring dari rumah.

"Saya ucapkan ribuan terimakasih kepada PTBA dan Projo yang telah membantu kursi roda anak saya, mudah-mudahan bermanfaat," tutup Desi.

Kisah miris serupa tentang anak difabel yang tak memiliki kursi roda juga dialami oleh Virga Alfaro (2,5) warga Desa Muara Lawai, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim.
Anak yatim piatu yang kini hidup sebatang kara bersama neneknya, Rustiana Fahrizal.

Saat berusia 2,5 tahun, Virga ditinggalkan ayahnya yang kini tak jelas rimbanya. Masuk usia 4,5 tahun, ibu dari Virga meninggal dunia akibat penyakit lupus.

Rustiana dan Virga yang kini tinggal di Desa Muara Lawai, Muara Enim, hidup serba kekurangan.

Apalagi dengan profesi Rustiana yang hanya buruh tani dan semakin renta usianya.

Menurut Rustiana, Cucu kesayangannya tak bisa berjalan karena lumpuh kedua kaki dan tidak bisa bicara, mendengar serta penglihatannya terganggu.

Kondisi ini ia alami karena dampak penyakit lupus ibunya.

Dan ia harus menjaga Virga selama 24 jam untuk kebutuhan makan, minum, bahkan hingga buang air.

"Cucu saya ini tak bisa lepas dari bantuan dan harus dijaga 24 jam," ucapnya lirih.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved