Pembunuhan di Rusunawa Palembang

Ini Pengakuan dan Sosok Yanto Pembunuh Janda di Rusunawa Palembang, Masih Muda Jarang Bergaul

Tim Forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang menemukan lima luka akibat senjata tajam (sajam) di beberapa bagian tubuh Titi Handayani

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Wawan Perdana
ISTIMEWA
Suryanto, tersangka pembunuhan ibu dua anak di Jalan Kasnariansyah Rusunawa Blok D Nomor 20, Kelurahan 20 Ilir D-IV, Kecamatan Ilir Timur I Palembang saat diamankan di Mapolsek Ilir Timur I Palembang, Selasa (10/11/2020) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Suryanto (20 tahun) tega membunuh tetangganya sendiri bernama Titi Handayani menggunakan pisau dapur, Selasa (10/11/2020).

Setelah menusuk Titi, Yanto langsung melarikan diri.

Wati tetangga korban mengatakan, Yanto kabur dengan terjun dari lantai 1.

“Pelaku ini pakai bantal yang diambil dari rumah korban. Bantal itu, digunakannya sebagai alas dia (pelaku, red) saat melompat ke basement. Makanya kakinya patah, karena dari lantai 1 ke basement lumayan tinggi sekitar 5 meteran tingginya,” ungkap Wati.

Warga yang sempat mendatangi rumah Yanto yang bertetangga dengan rumah Titi.

Ternyata Yanto tidak berada di rumah.

Wati memastikan bila pelaku kabur ke rumah kakak iparnya, lantaran pelaku ini tidak memilki keluarga di Palembang.

Terlebih dari background pelaku yang juga sudah sering bermasalah dengan hukum, membuatnya tidak dapat pulang ke kampungnya yang berada di kawasan OKI.

Sehingga saat polisi datang ke lokasi, Wati mengungkapkan kepada polisi bila pelaku bersembunyi di rumah kakak iparnya yang berada tidak jauh dari Rusunawa.

“Saya ikut polisi ke rumah kakak iparnya. Saya tahu rumah kakak iparnya si pelaku ini. Ternyata sampai di rumah kakak iparnya pelaku ini, dia ada di situ. Polisi langsung menangkap pelaku, saat itu kata pelaku kakinya patah karena melompat dari lantai 1 untuk kabur,” cerita Wati.

Polisi sempat menginterogasi Yanto, ia mengakui bila perbuatan membunuh korban dilakukannya.

Yanto kabur dan datang ke rumah kakak iparnya, untuk bersembunyi.

Saat itu Yanto tidak mengaku dengan kakak iparnya bahwa telah membunuh orang.

Yanto berkilah hanya mengaku mengalami kecelakaan motor, hingga membuat kakinya patah.

Ia tidak bisa pulang ke rumah dan memutuskan untuk datang ke rumah kakak iparnya untuk mendapat pertolongan.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved