Pilkada OKU Timur 2020

Mengenal Anggota KPU OKU Timur Yuliansyah, Sudah Biasa Diintervensi dan Diancam

Meski memiliki background keuangan dan pecinta alam, Yuliansyah sangat total bekerja menjadi penyelenggara Pemilu

Editor: Wawan Perdana
Sripo/ Resha
Komisioner KPU OKU Timur, Yuliansyah 

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA-Komisioner KPU OKU Timur, Yuliansyah mengaku tak menyesal terjun ke dunia penyelenggara Pemilu seperti saat ini.

Meski memiliki background keuangan dan pecinta alam, Yuliansyah sangat total bekerja menjadi penyelenggara Pemilu.

Pria kelahiran Martapura, OKU Timur 1978 silam ini mengaku sudah hobi naik gunung sejak duduk di bangku kuliah. 

Ia mengambil jurusan Ekonomi Akutansi, namun ia tetap menekuni hobinya itu sampai lulus tahun 2005.

"Setelah itu, kerja di Lampung di perusahaan yang bergerak di bidang Batubara. Saya jadi staf keuangan saat itu," ujarnya saat diwawancarai, Minggu (25/10/2020).

Pertemuan pertamanya menjadi penyelenggara Pemilu dimulai pada tahun 2008.

Baca juga: Dapat Honor Sekali Kerja Hingga Rp 1 juta, Ini Tugas dan Kewenangan KPPS di Pilkada 2020

Saat itu, ia menjadi anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten OKU Timur.

Lambat laun, ia mulai tertarik untuk mendalami dunia tersebut.

Baginya, menjadi penyelenggara membuat ia memiliki banyak teman dari berbagai kalangan.

"Jadi banyak teman, apalagi hobi berpolitik teersalurkan, jadinya nikmat-nikmat saja," ucapnya.

Ayah dari 3 anak ini mulai duduk di kursi Komisioner KPU OKU Timur, pada 2014 - 2019.

Saat itu ia mejabat sebagai Komisioner KPU OKU Timur Divisi Perencanaan Program, Data dan Informasi.

Periode selanjutnya hingga sekarang, ia pun duduk di Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas & SDM.
Yuliansyah tak menampik jika selain banyak teman, ada pula pengalaman kurang menyenangkan sebagai penyelenggara Pemilu tersebut.

"Diintervensi, ditekan sudah biasa. Dapat SMS ancaman pun sering. Tapi kita sadar itu resiko kita, yang penting kita tetap berpegang pada aturan dan profesionalitas," tegasnya.

Ia tetap rajin menyambung silaturahmi, mulai dari kalangan masyarakat, penyelenggara level bawah sampai ke kalangan partai politik.

Hal itu lah yang menurutnya menjadi kunci, agar tugasnya sebagai komisioner dapat terlaksana tanpa ada gesekan dengan pihak lain.

"Kuncinya sering silaturahmi. Jalin hubungan baik, komunikasi dengan intens, Insya Allah bagus. Alhamdulillah sampai sekarang kalau bentrokan fisik belum pernah mengalami," jelasnya. (Sp/ Resha)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved