Breaking News:

Berita Polda Sumsel

Kapolda Sumsel Ajak Masyarakat Taat Protokol Covid-19 Melalui Pentas Dul Muluk

Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S, MM memberikan pesan kepada masyarakat melalui teater Dulmuluk.

Tribunsumsel.com
Kapolda Sumsel, Irjen Pol, Prof Dr Eko Indra Heri, S, MM  memberikan pesan kepada masyarakat dengan konsep teater Dulmuluk agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dan pelarangan pembakaran hutan, lahan dan semak belukar. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG, - Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S, MM memberikan pesan kepada masyarakat melalui teater Dulmuluk.

Pesannya agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan di saat pandemi Covid-19

Pesan lainnya terkait pelarangan pembakaran hutan, lahan dan semak belukar.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol, Drs Supriadi, MM mengatakan konsep teater Dulmuluk karena tradisi seni peninggalan abad ke-19.

Teater Dulmuluk merupakan seni pertunjukan teaterikal yang menjadi salah satu kearifan lokal di Provinsi Sumsel yang masih terjaga dan tetap lestari hingga kini.

"Kita harapkan pesan yang disampaikan Kapolda Sumsel melalui teaterikal Dulmuluk sampai langsung ke masyarakat. Dengan dialek keseharian bahasa Palembang (Wong Kito) tentunya pesan-pesan ini dapat di pahami masyarakat,"jelas Kombes Pol, Supriadi, Kamis (1/10/2020).

Adapun pesan tersebut agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan saat pandemi Covid-19 yakni senantiasa memakai masker, rajin mencuci tangan dan menghindari kerumuman. 

"Ini dalam teater walaupun ada candaan dan jenaka. Tetapi, pesan mematuhi protokol kesehatan di masa pandemik ini untuk memberikan perlindungan bagi diri sendiri dan masyarakat lainnya,"ujarnya.

Selain itu, ada pesan lainnya yang disampaikan berupa pelarangan pembakaran hutan, lahan dan semak belukar (Karhutlah). Apapun bentuknya baik itu untuk pembukaan lahan pertanian, perkebunan dan lainnya di larang dengan cara membakar. 

Larangan itu tertuang dalam Maklumat Kapolda Sumsel Nomor MAK/05/VI/2020 tentang pelarangan pembakaran hutan, lahan atau ilalang/semak belukar. 

"Ada sangsi tegas pidana kurangan penjara dan denda diberlakukan kepada pelaku pembakaran tersebut. Sesuai Pasal 187 dan Pasal 188 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Untuk ancaman pidana kurungan 12 tahun penjara dan Denda Rp5 Miliar,"tegas Kombes Pol, Supriadi.

Dia menambahkan pesan-pesan yang disampaikan Kapolda Sumsel dalam konsep teater Dulmuluk ini sampai langsung ke masyarakat. Sehingga, dipatuhi dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 

Adapun pemeran teater Dulmuluk tersebut yakni Kapolda Sumsel, Irjen Pol, Prof Dr Eko Indra Heri, S MM sebagai raja, Direktur Binmas, Kombes Pol, Heru Trisasono, SIK, M.S.i sebagai Perdana Menteri dan Karo SDM, Kombes Pol, Irvan Prawira Satyaputra, SIK, M.S.i sebagai Panglima.

Sedangkan, pemeran lainnya teater Dulmuluk yakni Cek Waya sebagai puteri raja, Cek Daus sebagai Abidinsyah, Yai Najib sebagai hadam 1 kerajaan, Gobok sebagai hadam 2 dan Cek One sebagai hadam 3.

Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved